Kasus Suap Proyek Bakamla, KPK Eksekusi Erwin Sya'af ke Lapas Cipinang

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 12 Oktober 2020 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 337 2292412 kasus-suap-proyek-bakamla-kpk-eksekusi-erwin-sya-af-ke-lapas-cipinang-V7uy9OZJNs.jpg ilustrasi: shutterstock

JAKARTA - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi terpidana Erwin Sya'af Arief ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Cipinang pada Rabu (30/9).

Hal tersebut sesuai dengan putusan Peninjauan Kembali No : 314/PK/Pid.Sus/2020 tanggal 3 September 2020.

"Atas nama terpidana Erwin Sya'af Arief dengan cara memasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Cipinang untuk menjalani pidana selama 1 tahun dan 6 bulan dikurangi selama berada dalam tahanan," ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2020).

Erwin juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp50 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

(Baca juga: Petinggi PT Rohde & Schwarz Didakwa Suap Fayakhun Sebesar USD911 Ribu)

Untuk diketahui, Erwin merupakan Managing Director PT Rohde and Schwarz Indonesia Erwin Sya'af. Erwin dinyatakan beralah karena terbukti menyuap mantan anggota Komsi I DPR dari fraksi Partai Golkar Fayakhun Andriadi terkait penambahan alokasi anggaran di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Tujuan pemberian suap itu adalah agar Fayakhun mengupayakan penambahan anggaran Bakamla untuk pengadaan proyek satelit monitoring dan drone dalam APBN-P 2016.

Erwin terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan pertama dari pasal 5 ayat 1 huruf a jo pasal 15 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini