Share

Peringatan BMKG: Curah Hujan Meningkat 40% Akibat Fenomena La Nina

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 11 Oktober 2020 07:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 11 337 2291722 peringatan-bmkg-curah-hujan-meningkat-40-akibat-fenomena-la-nina-dCbev5v5Sx.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan mengingatkan masyarakat, soal anomali iklim La Nina yang berpotensi meningkatkan curah hujan hingga 40% di Indonesia.

Kabag Humas BMKG Taufan Maulana mengatakan, saat ini anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik Ekuator. 

Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir, dengan nilai anomali telah melewati angka -0.5°C,  yang menjadi ambang batas kategori La Nina.

Perkembangan nilai anomali suhu muka laut di wilayah tersebut masing-masing  adalah -0.6°C pada bulan Agustus, dan -0.9°C pada bulan September 2020.

BMKG dan pusat layanan iklim lainnya seperti NOAA (Amerika Serikat), BoM (Australia), JMA (Jepang) memperkirakan La Nina dapat berkembang terus hingga mencapai intensitas La Nina Moderate pada akhir tahun 2020, diperkirakan akan mulai meluruh pada Januari-Februari dan berakhir di sekitar Maret-April 2021. 

(Foto: Okezone.com)

"Catatan historis menunjukkan bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40% di atas normalnya," kata Taufan saat dihubungi Okezone, Minggu (11/10/2020). 

Baca juga: BMKG: Januari-Februari 2021 Jadi Puncak Musim Hujan di Indonesia

Namun demikian, sambung dia, dampak La Nina tidak akan seragam di seluruh Indonesia. Pada Bulan Oktober-November, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera.

Selanjutnya pada Bulan Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua.

"Pada Bulan Oktober ini beberapa zona musim di wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki Musim Hujan, di antaranya Pesisir timur Aceh, sebagian Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Pulau Bangka, Lampung, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa tengah, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan," sambung dia.

"Sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian kecil Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian kecil Nusa Tenggara Barat," tambah Taufan.

Peningkatan curah hujan seiring dengan awal musim hujan disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor. 

"Para pemangku kepentingan diharapkan dapat lebih optimal melakukan pengelolaan tata air terintegrasi dari hulu hingga hilir misalnya dengan penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air yang berlebih," jelasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini