Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Ini Sanksi yang Tepat untuk Paslon Pilkada 2020

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 10 Oktober 2020 21:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 10 337 2291654 langgar-protokol-kesehatan-covid-19-ini-sanksi-yang-tepat-untuk-paslon-pilkada-2020-loC3wpBYO5.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Perkumpulan dai dan mubalig Jaringan Islam Kebangsaan (JIK), memberikan apresiasi kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang dinilai sudah mulai melakukan tindakan tegas, atas pelanggaran yang berkenaan dengan Covid-19, saat kampanye Pilkada 2020.

“Kami mengapresiasi atas tindakan tegas Bawaslu di Pilkada 2020. Mulai dari peringatan tertulis, membubarkan kerumunan massa, hingga ancaman dipolisikan bagi paslon dan timnya melanggar prokol kesehatan Covid-19,” kata Koordinator Nasional JIK, Irfaan Sanoesi dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2020).

Ia pun berharap agar Bawaslu memberikan tindakan yang membuat jera bagi pasangan calon (paslon), dan tim kampanye yang melanggar protokol kesehatan. Kata Irfaan, pihaknya mencatat ada jenis pelanggaran di berbagai daerah, mulai ada upaya mengerahkan massa atau melampaui batas massa yang ditentukan.

“Sejauh ini Bawaslu menjalin kerja sama dengan stakeholder melakukan tindakan yang cukup memberikan efek jera. Contohnya di Kabupaten Sukabumi, Bawaslunya mengancam akan mempolisikan pelanggar protokol kesehatan. Ini menjadi poin tersendiri bagi Bawaslu Sukabumi. Kami berharap Bawaslu-bawaslu lain di berbagai lapisan mengikuti sikap tegas Bawaslu Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

 Pilkada

Kata dia, aturan mendiskualisifikasi akan menuntut paslon dan tim kampanyenya melakukan kampanye sehat dan kreatif, berhati-hati, dan yang paling penting saling menjaga keselamatan sesama.

“JIK memohon agar stakeholders Pilkada 2020 mengakomodir sanksi diskualifikasi. Ini akan mendorong paslon dan timnya untuk saling menjaga mereka dan konstituten. Ini yang paling penting,” tuturnya.

JIK pun mengimbau semua lapisan masyarakat agar tetap disiplin mematuhi aturan dan protokol kesehatan di tengah pendemi.

“Jangan kendor pakai masker jika keluar rumah, jaga jarak, tidak berkerumun, dan rajin mencuci tangan. Kita tidak menghendaki Pilkada Serentak 2020 menjadi momok klaster virus corona di Indonesia,” pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini