TNI Lakukan Pengejaran KKSB Pasca Penembakan Tim TGPF Intan Jaya

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 337 2291256 tni-lakukan-pengejaran-kksb-pasca-penembakan-tim-tgpf-intan-jaya-DjhA9XSDkK.jpg Bambang Purwoko, anggota TGPF korban penembakan KKSB di Intan Jaya. (Foto: Kogabwilhan III)

JAKARTA – TNI melakukan pengejaran terhadap gerombolan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pasca insiden penembakan rombongan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) di Intan Jaya, Papua. Serangan tersebut menambah panjang insiden kekerasan bersenjata yang terjadi di Intan Jaya dalam beberapa bulan terakhir.

Sebagaimana diberitakan, penembakan terjadi di tanjakan Wabogopone, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Intan Jaya pada Jumat (9/10/2020) sekira pukul 15.45 WIT. Saat itu, iring-iringan mobil rombongan TGPF selesai melakukan olah TKP terkait penyelidikan kematian Pendeta Yeremia Zanambani di Hitadifa.

Menurut Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan anggota TGPF Intan Jaya, Bambang Purwoko terkena tembakan di kaki kiri, sementara seorang anggota TNI, Zainuddin terluka di pinggang. Kedua korban telah dievakuasi

BACA JUGA: Kronologi Penembakan Tim TGPF Intan Jaya di Papua

penembakan brutal itu melukai anggota TGPF Intan Jaya, Bambang Purwoko, dan seorang Anggota TNI bernama Zainuddin. Kedua korban telah dievakuasi ke UPTD RSUD Sugapa untuk mendapatkan perawatan.

Pasukan TNI segera melakukan pengejaran terhadap gerombolan KKSB yang melarikan diri setelah serangan tersebut.

“Saat ini, TNI sedang melakukan pengejaran terhadap gerombolan KKSB yang kabur ke dalam hutan disekitar lokasi kejadian pasca penembakan terhadap rombongan TGPF,” kata Kapen Kogabwilhan III.

BACA JUGA: 1 Anggota TGPF & Prajurit TNI Ditembak KKB di Intan Jaya Papua

Rombongan TGPF Intan Jaya dipimpin langsung Ketua Tim Benny Mamoto bersama Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, Ketua DPRD Intan Jaya, Panus Wonda bersama Danrem 173/PBB Brigjen TNI Iwan Setiawan. Tim ini bertugas menyelidiki penembakan Pendeta Yeremia di Hitadipa yang terjadi bulan lalu.

“Kejadian penembakan ini membuktikan kepada masyarakat bahwa selama ini KKSB selalu bertindak brutal dan dengan sengaja menghalangi kinerja TGPF yang dibentuk oleh pemerintah dengan melibatkan tokoh-tokoh kredibel untuk mengungkap kebenaran yang terjadi pasca kematian pendeta Yeremia beberapa waktu lalu,” jelas Kolonel Suriastawa.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini