Posisi Defend, Polri Klaim Pengamanan Demo Sudah Sesuai SOP

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 337 2291100 posisi-defend-polri-klaim-pengamanan-demo-sudah-sesuai-sop-ADyTVW5p6i.jpg Foto: Ilustrasi. dok.Okezone

JAKARTA - Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengklaim bahwa jajarannya telah melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di berbagai daerah Indonesia, sesuai aturan. Kata Argo, pengamanan demo kemarin sudah dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Perlu kita ketahui bahwa pada saat pengamanan demo, polisi kan sudah berkali-kali mengamankan sesuai SOP yang kita punya," kata Argo di kantornya, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2020).

"SOP itu, pertama tidak dilengkapi dengan senjata api. Kedua, di dalam kegiatan tersebut polisi melakukan kegiatan nego-nego dalam berunjuk rasa supaya kegiatan aspirasinya disampaikan," imbuhnya.

Menurut Argo, memang ada beberapa dinamika yang terjadi saat aksi unjuk rasa kemarin. Namun, dipastikan Argo, pihaknya telah melakukan pengamanan sesuai prosedur.

Baca Juga: 1.192 Orang Diamankan Terkait Demo Omnibus Law, Setengahnya Pelajar STM 

"Polisi SOP nya tetap mengamankan area tertentu yang tidak boleh dimasuki, dengan posisi defend, dengan berbagai metode yang dilakukan Dalmas, Sabhara, Brimob. Tentunya semuanya bisa terkendali," ucapnya.

Argo menambahkan, imbauan terhadap para pendemo untuk tidak bertindak anarkis juga telah dilakukan oleh para petugas kepolisian. Ditekankan Argo, bahwa pihaknya sudah melakukan pengamanan dengan cara persuasif hingga humanis.

Baca Juga: 23 Polisi Terluka saat Amankan Demo UU Cipta Kerja

Sekadar informasi, gelombang aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja terjadi serentak di beberapa daerah Indonesia pada Kamis, 8 Oktober 2020. Tak sedikit aksi tersebut kemudian berujung ricuh dan anarkis.

 

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini