Khawatir Demo di Tengah Pandemi, Iwan Fals : Kalau Kecewa Gugat ke MK

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 08:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 337 2290831 khawatir-demo-di-tengah-pandemi-iwan-fals-kalau-kecewa-gugat-ke-mk-OaNxCndtSq.jpg Iwan Fals. (Foto : Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA – Musikus Iwan Fals turut berkomentar mengenai aksi massa menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang terjadi di sejumlah daerah. Ia khawatir akan demo yang digelar di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Menurutnya, pihak yang kecewa terhadap UU Cipta Kerja tersebut seharusnya mengajukan uji materi (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi.

"Waduh saya belum baca UU itu, 1000 halaman lebih katanya, tapi menurut saya klo kecewa dgn Omnibus Law gugat aja ke MK. Kalau demo kayak gini serem pandeminya itu lo...," tulis Iwan Fals dalam akun Twitter pribadinya, @iwanfals, seperti dilihat Okezone, Jumat (9/10/2020).

Sebelumnya, Iwan Fals juga sempat berkicau soal demo massa penolak UU Cipta Kerja melawan keputusan yang sudah disahkan.

"Demo omnibus law lawannya keputusan sah, tentara dan polisi, yg paling serem ya pandemi...ati2 ah...," tulisnya pada Selasa, 6 Oktober 2020.

Cuitan itu pun ramai ditanggapi warganet. Musikus kondang itu pun menjelaskan maksud cuitannya tersebut. 

"Gini lo, kalau mati sendiri ya silahkan sajalah, tapi kalau "ngajak2" orang lain nah ini yg berabe, orang lain kan berhak hidup, iye kan kan kan kan...selamat hari Rabu semoga semakin seru hidupmu dan tambah bahagianya tentu saja, sayangi diri, orang lain & keluargamu." tulis @iwanfals.

Sebagaimana diketahui, aksi massa menolak UU Cipta Kerja terjadi di sejumlah daerah kemarin. Terjadinya kerumunan saat aksi massa dinilai Satgas Penanganan Covid-19 dapat menyebabkan klaster baru Covid-19.

Baca Juga : Amankan Hampir 1.000 Orang, Polda Metro Pastikan Bukan Buruh dan Mahasiswa

“Dengan jumlah massa yang cukup banyak maka penyampaian aspirasi ini memiliki potensi yang besar untuk tumbuh menjadi sebuah klaster Covid-19. Kami berharap tidak ada klaster yang timbul akibat kerumunan massa dari kegiatan yang sedang berlangsung akhir-akhir ini,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, saat konferensi pers, Kamis (8/10/2020).

Baca Juga : Epidemiolog: Demonstrasi Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini