Daftar 13 Daerah Penyumbang 30% Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 08 Oktober 2020 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 337 2290720 daftar-13-daerah-penyumbang-30-kasus-aktif-covid-19-di-indonesia-eNh52KMBzi.jpg Wiku Adisasmito. (Foto: YouTube BNPB)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, kasus aktif corona di Indonesia cenderung mengalami penurunan setiap minggunya. Jika dibandingkan pada bulan Maret, kasus aktif mengakami penurunan lebih dari 50%.

“Jika dibandingkan dengan awal pandemi, kasus aktif mengalami penurunan yang cukup signifikan dan terus-menerus, dari 91,26% pada bulan Maret menjadi 21,05% pada awal bulan Oktober ini,” katanya saat konferensi pers, Kamis (8/10/2020).

Wiku menjelaskan, sebagian besar daerah memiliki kasus aktif paling banyak 50 kasus. Sebanyak 63% daerah memiliki kasus antara 1 sampai 50 kasus aktif.

Baca juga: Pesan Satgas Covid-19 untuk Masyarakat dan Pendemo Omnibus Law

“Itu ada 325 kabupaten kota atau 63% dari total keseluruhan kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Ini adalah kabar baik untuk kita semuanya karena ini adalah prestasi kita semuanya,” tuturnya.

Ilustrasi. (Foto: Shuttterstock)

Namun Wiku mengingatkan bahwa ada 13 kabupaten/kota dengan kasus lebih dari 1.000. Di antaranya Bekasi, Bogor, Kota Medan, Jakarta Utara, Kota Jayapura, Kota Padang, Jakarta Pusat, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Pekanbaru, Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. 

Baca juga: Anies Khawatir Kerumunan Demonstran Jadi Klaster Baru Covid-19

“Dari segi demografi, kabupaten kota ini memang kabupaten kota dengan penduduk yang relatif padat dan merupakan kota-kota besar di Indonesia,” ujarnya.

Wiku menerangkan, kasus Covid-19 di 13 kabupaten/kota ini menyumbang 30% dari total kasus aktif Indonesia saat ini. 

“Jadi kepada 13 kabupaten kota ini dimohon untuk benar-benar bisa menjaga penerapan protokol kesehatan di seluruh sektor sosial ekonomi yang sudah berjalan. Dan kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang mendesak,” ungkapnya.

“Jika harus keluar rumah, mohon selalu memakai masker saat hendak keluar rumah, selalu menjaga jarak saat di ruang terbuka dan rajin mencuci tangan agar dapat menekan penyebaran kasus,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini