Share

Mayoritas Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet dari Klaster Perkantoran dan Keluarga

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 08 Oktober 2020 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 337 2290615 mayoritas-pasien-covid-19-di-rsd-wisma-atlet-dari-klaster-perkantoran-dan-keluarga-e8BXUtxOiX.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

JAKARTA  - Penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia disumbangkan dari berbagai kluster. Mulai dari klaster fasilitas kesehatan, klaster perkantoran hingga klaster keluarga. Lalu, untuk pasien Covid-19 yang saat ini dirawat di Wisma Atlet dari klaster mana saja?

Koordinator Operasional RS Darurat Covid-19, Kolonel CKM dr. Stefanus Dony pun membeberkan jika paling banyak adalah dari masyarakat umum, klaster perkantoran, dan klaster keluarga.

“Yang paling banyak disini memang paling besar memang dari masyarakat bukan berupa kluster. Kemudian kalau klasternya sendiri yang paling banyak di sini adalah perkantoran, kemudian satunya dari keluarga. Jadi perkantoran lebih banyak,” ungkap Dony dalam Update Wisma Atlet: Harapan Sembuh Bagi Pasien Covid-19, di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Kamis (8/10/2020).

“Memang perbedaan tidak terlalu jauh sih ya persentase di sini. Tapi itu yang kita lihat memang dari perkantoran kemudian keluarga. Kalau yang kita lihat di Wisma Atlet yang masuk yang ada. Memang hampir 50% nya sih dari masyarakat secara umum,” papar Dony.

Selain itu, Dony mengatakan hingga saat ini angka rawatan untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang atau yang ditempatkan di Tower 6 dan 7 mengalami penurunan yang signifikan di angka 1.496 pasien Covid-19.

Sementara untuk pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG) di Tower 4 dan 5 sebanyak 1.536 pasien. “Untuk di Wisma Atlet ini untuk yang tanpa gejala ada 1.536 ya. Di mana mereka memang kita tempatkan di tower 4 dan 5 memang khusus OTG. Kemudian pasien ringan dan sedang kan ada 1.496 tadi, dimana untuk ringannya memang lebih banyak ringan ya di situ ada hampir dua pertiga.”

“Karena yang sedang sendiri tadi itu sekitar hampir 400 nggak sampai 400 yang gejala sedang. Dan untuk yang berat memang hanya kebetulan tadi ada satu, yang memang segera menunggu rujukan. Jadi belum mendapatkan tempat rujukan,” tambah Dony.

Dony pun mengatakan untuk pasien tanpa gejala yang telah melakukan 10 hari isolasi bisa dipulangkan. “Memang di tempat kita kan memang ada 10 hari ya isolasi, begitu mereka selesai ya mungkin bisa dipulangkan. Begitu juga kalau yang untuk yang bergejala ini tetap dilakukan swab bagaimana kalau nanti hasilnya bagus, negatif mereka bisa dipulangkan.”

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini