KPK Panggil Sekda Kota Bogor Terkait Kasus Rachmat Yasin

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Kamis 08 Oktober 2020 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 337 2290302 kpk-panggil-sekda-kota-bogor-terkait-kasus-rachmat-yasin-BaDEHe6Zqy.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati terkait kasus dugaan pemotongan anggaran pada Satuan Kerja pemerintah Kabupaten Bogor, oleh mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin.

Syarifah akan diperiksa sebagai saksi dengan kapasitasnya sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Bogor untuk tersangka Rachmat Yasin (RY).

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka (RY)," ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2020).

 Baca juga: KPK Dalami Pembayaran Kredit Mobil Mewah Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin

Selain memanggil Syarifah, penyidik juga memanggil empat saksi lainnya diperiksa untuk tersangka RY. Mereka adalah Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, IR. H.M. Zairin ;Kasubag Keuangan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Rida Tresnadewi ; Kabid Tata Bangunan pada DTBP Kabupaten Bogor, Atis Tardiana ; Sekretaris Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman Kabupaten Bogor, Andi Sudirman.

Diketahui, KPK kembali menjerat Rachmat Yasin sebagai tersangka atas dua kasus korupsi sekaligus, yakni kasus dugaan pemotongan uang dan penerima gratifikasi. KPK pun telah menahan Rachmat pada Kamis 13 Agustus 2020 setelah yang bersangkutan menyandang status tersangka sejak 25 Juni 2019. Ia mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur.

 Baca juga: KPK Tahan Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin

Rachmat Yasin diduga telah meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebesar sekitar Rp8,93 miliar. Uang tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional Rachmat Yasin selaku Bupati Bogor saat itu dan juga dipergunakan untuk kebutuhan kampanye Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014.

Sementara untuk kasus kedua, Rachmat Yasin diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dari seseorang untuk memuluskan perizinan pendirian Pondok Pesantren dan Kota Santri. Rachmat diduga juga menerima gratifikasi berupa mobil Toyota Vellfire. Mobil senilai sekira Rp825 juta itu diterima Rachmat Yasin dari seorang pengusaha rekanan Pemkab Bogor.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini