18 Wakil Rakyat Terpapar Covid-19, Satpol PP: Seharusnya Gedung DPR Ditutup!

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 07 Oktober 2020 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 337 2289714 18-wakil-rakyat-terpapar-covid-19-satpol-pp-seharusnya-gedung-dpr-ditutup-67JAvgTJay.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Satpol PP DKI akan mengecek Gedung DPR RI setelah adanya 18 anggota dewan terkonfirmasi virus Covid-19 usai pengesahan RUU Cipta Kerja omnibus law.

Kasatpol PP Arifin mengatakan, seharusnya gedung kura-kura tersebut ditutup sementara bila ada pengguna gedung yang terpapar corona.

(Baca juga: 18 Anggota DPR Positif Covid-19 Jadi Alasan Pengesahan RUU Ciptaker Dipercepat)

"Ya nanti kita cek, saya rasa mereka juga sudah tahu itu harusnya tutup. Ya nanti kita cek hari ini," kata Arifin di Balai Kota, Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Arifin mengatakan, pihaknya terlebih dahulu mengecek Gedung DPR sebelum memastikan apakah gedung wakil rakyat tersebut ditutup sementara atau tidak. "Ya kita cek dulu, kita cek. Mereka juga sudah tahu aturannya, ketentuannya," tuturnya.

(Baca juga: Beredar di Medsos, Berikut 12 Poin Fakta Omnibus Law UU Cipta Kerja)

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengungkap, bahwa sebanyak 40 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 18 orang di antaranya merupakan anggota DPR.

Kondisi ini pun dijadikan dalih oleh DPR untuk mempercepat pengesahan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) pada Senin 5 Oktober sore kemarin, yang semula dijadwalkan Kamis, 8 Oktober.

"Ya anggota (DPR) ada 18 (positif Covid-19)," kata Azis kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Politikus Partai Golkar ini menuturkan, selain anggota DPR, sejumlah staf dan tenaga ahli (TA) DPR juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Sehingga, kata dia, ada sekitar 40 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di gedung wakil rakyat tersebut. Tetapi, ia tidak mengetahui persis jumlah staf dan TA yang positif itu. "Tadi saya sampaikan, 18 anggota (DPR), selebihnya staf, tenaga ahli dan sebagainya," terang Azis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini