KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Suap Proyek di Lampung Selatan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 06 Oktober 2020 22:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 337 2289524 kpk-tetapkan-tersangka-baru-kasus-suap-proyek-di-lampung-selatan-GNSYVVYUdt.jpg KPK kembali tetapkan tersangka kasus korupsi di Lampung Selatan (Foto : Humas KPK)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan satu tersangka baru pengembangan kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur di Pemkab Lampung Selatan tahun anggaran 2016-2017, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan, Syahroni.

"KPK meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dengan menetapkan SY (Syahroni) sebagai pihak yang diduga bersama-sama menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2020).

Syahroni ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK menemukan bukti permulaan yang cukup. Syahroni diduga berperan membantu mantan Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan yang juga merupakan adik Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Tersangka dan mantan Kadis PUPR Lampung Selatan Hermansyah yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka diduga diperintahkan Zainudin untuk mengumpulkan fee dari proyek-proyek di Dinas PUPR sebesar 21 persen dari anggaran proyek.

Dalam perkara ini, Hermansyah memerintahkan Syahroni untuk mengumpulkan uang yang kemudian diserahkan kepada Agus Bhakti Nugroho selaku staf ahli Zainudin sekaligus anggota DPRD Provinsi Lampung Selatan. Total, terdapat sekira Rp72 miliar yang disetorkan Hermansyah dan Syahroni kepada Zainudin melalui Agus Bhakti Nugroho.

"Diserahkan oleh rekanan diterima oleh tersangka Syahroni dan Hermansyah untuk kemudian setoran kepada Zainudin Hasan yang diberikan melalui Agus Bhakti Nugroho dengan jumlah seluruhnya Rp72.742.792.145," cetus Ghufron.

Baca Juga : Naik Turunnya Kasus Positif Covid-19 Ditentukan Kedisiplinan Protokol Kesehatan

Atas perbuatannya, Syahroni disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Untuk kepentingan penyidikan, KPK langsung menahan Syahroni untuk 20 hari pertama di Rutan Negara Cabang KPK di Gedung KPK Kavling C1. Penahanan terhadap Syahroni terhitung mulai 6 Oktober 2020 sampai dengan 25 Oktober 2020.

"Sebelumnya dilakukan isolasi mandiri terlebih dahulu di Rutan KPK Kavling C1 tersebut dalam rangka pencegahan dan penyebaran Covid-19," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini