18 Anggota DPR Positif Covid-19 Jadi Alasan Pengesahan RUU Ciptaker Dipercepat

Kiswondari, Sindonews · Selasa 06 Oktober 2020 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 337 2289432 18-anggota-dpr-positif-covid-19-jadi-alasan-pengesahan-ruu-ciptaker-dipercepat-TJ85Bw8444.jpg Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (Foto: Okezone)

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Azis Syamsuddin mengungkap, bahwa sebanyak 40 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 18 orang di antaranya merupakan anggota DPR.

Kondisi ini pun dijadikan dalih oleh DPR untuk mempercepat pengesahan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) pada Senin 5 Oktober sore kemarin, yang semula dijadwalkan Kamis, 8 Oktober.

“Ya anggota (DPR) ada 18 (positif Covid-19),” kata Azis kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Baca Juga:  Mengulas Sejumlah Pasal Kontroversial dalam UU Cipta Kerja

Politikus Partai Golkar ini menuturkan, selain anggota DPR, sejumlah staf dan tenaga ahli (TA) DPR juga terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga, ada sekitar 40 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di gedung wakil rakyat tersebut. Tetapi, ia tidak mengetahui persis jumlah staf dan TA yang positif itu.

“Tadi saya sampaikan, 18 anggota (DPR), selebihnya staf, tenaga ahli dan sebagainya,” terang Azis.

 

Saat ditanya siapa saja 18 anggota DPR yang positif itu, mantan Ketua Komisi III DPR ini mengaku tidak mengetahui secara rinci perihal nama ataupun dari fraksi mana saja. Karena, yang lebih memahami datanya adalah Sekretariat Jenderal (Setjen) atau Pelayanan Kesehatan (Yankes) DPR.

“Waduh saya ndak tahu, saya kan bukan mengecek di Yankes. Yang tahu Yankes sama Kesekjenan,” ujarnya.

Baca Juga:  Demokrat: Puan Maharani Matikan Suara Rakyat!

Karena itu, Azis menambahkan, kondisi inilah yang menjadi alasan DPR mempercepat penutupan masa sidang I tahun 2020-2021 ini. Hal ini sebagai upaya DPR dalam mengatasi penyebaran virus corona di DPR yang semakin meluas. Seharusnya, DPR baru menutup masa sidang pada Kamis 8 Oktober 2020.

“Ya ini kan makanya resesnya dipercepat, supaya enggak (ada) penyebaran. Intinya supaya penyebarannya tak meluas,” kilah Azis.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini