Bisiki Puan Matikan Mikrofon, Ini Dalih Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

Kiswondari, Sindonews · Selasa 06 Oktober 2020 17:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 337 2289396 bisiki-puan-matikan-mikrofon-ini-dalih-wakil-ketua-dpr-azis-syamsuddin-Ii5X2iJzTG.jpg Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (Foto: Abdul Rochim)

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Azis Syamsuddin, yang juga merupakan Pimpinan Sidang Paripurna dalam pengesahan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) mengakui bahwa dirinya membisikkan sesuatu kepada Ketua DPR Puan Maharani sesaat sebelum mikrofon anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) mati.

Azis juga menjelaskan bahwa berdasarkan Tata Tertib (Tatib) DPR, setiap anggota hanya bisa berbicara maksimal 5 menit dan mikrofon akan mati otomatis setelah 5 menit. Dan perintah mematikan mikrofon itu agar suaranya satu dengan lainnya tidak beradu.

“Mik di DPR itu secara tata tertib diatur setiap lima menit orang bicara mati. Ada di dalam tata tertib. Nah saya berbisik kepada bu ketua (Puan Maharani) supaya tidak doubling (suara ganda) suaranya tidak doubling karena kalau kita ibarat main zoom meeting antara laptop satu laptop yang lain sama-sama suaranya dibuka kan ‎voice-nya ganggu. Jadi saya enggak bisa dengar pembicaraan orang,” kata Azis di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Baca Juga:  Puan Maharani Matikan Mikrofon, Ini Penjelasan Sekjen DPR

Karena itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menegaskan bahwa mikrofon di meja anggota akan mati secara otomatis jika sudah 5 menit. Dan itu diatur dalam Tatib DPR yang baru disahkan dalam Rapat Paripirna pada 2 April 2020 lalu. Untuk itu, setiap anggota wajib mengikuti Tatib yang sudah disahkan bersama.

“Kalau sudah disahkan, ya sudah dong ikuti sama sama. Saya kan sebagai pimpinan mengatur lalu lintas, ya toh? sama gini lah tadi wartawan sebelah sini harus saya jawab, sebelah sini juga harus saya jawab,” terangnya.

 

Azis pun mengakui bahwa dia yang sempat menyampaikan sesuatu kepada Puan Maharani saat anggota FPD Irwan melakukan interupsi, permintaan itu yakni, mengkondisikan agar tidak terjadi suara ganda, sehingga tidak mengganggu jalannya Rapat Paripurna dan dia bisa mendengar jelas setiap suara yang ada.

“Permintaan saya (ke Puan) supaya nggak ganggu. Tadi saya contohkan saya nyalain zoom meeting suaranya keluar, anda nyalain zoom meeting suaranya keluar, sound-nya double. Itu yang saya bilang, supaya saya bisa mendengar. Tapi secara timer, secara Tatib setiap 5 menit dia mati. Tanpa disuruh pun mati,” kilahnya.

Baca Juga:  Demokrat: Puan Maharani Matikan Suara Rakyat!

Karena itu, Azis membantah jika dirinya meminta Ketua DPR untuk mematikan mikrofon anggota FPD Irwan dalam rapat kemarin. “Setiap 5 menit mik-nya mati. Kan tadi saya bilang supaya tidak doubling. Saya nggak tau mikrofonnya bagaimana, saya minta supaya mikrofonnya tidak doubling,” tegas Azis.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini