Puan Maharani Matikan Mikrofon, Ini Penjelasan Sekjen DPR

Kiswondari, Sindonews · Selasa 06 Oktober 2020 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 337 2289163 puan-maharani-matikan-mikrofon-ini-penjelasan-sekjen-dpr-Za8oDnutCN.jpg Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah). (Foto : Sindo)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menjelaskan perihal insiden mikrofon yang dimatikan pimpinan DPR saat anggota Fraksi Demokrat (FPD) menyampaikan interupsi dalam rapat paripurna pengesahan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker), Senin (5/10).

Indra menegaskan, pimpinan sidang hanya menjalankan tugas untuk menjaga ketertiban peserta rapat saat menyampaikan pendapat.

“Semua diberikan waktu untuk berbicara, bergantian. Jika sampai dimatikan mikrofonnya, itu hanya untuk menertibkan lalu lintas interupsi. Pimpinan punya hak mengatur jalannya rapat,” kata Indra kepada wartawan, Selasa (6/10/2020).

Menurut Indra, dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dari Fraksi Golkar, memang sempat ada perdebatan antara Azis dengan anggota FPD Benny K Harman. Benny merasa tidak diberikan hak berbicara, sedangkan Azis menyampaikan, Fraksi Partai Demokrat sudah diberi 3 kali kesempatan berbicara dalam rapat paripurna. Kesempatan berbicara itu diberikan kepada Sekretaris FPD Marwan Cik Asan yang membacakan pandangan akhir RUU Cipta Kerja, juga Irwan. dan Didi Irawadi Syamsuddin yang mengajukan interupsi.

“Jadi mohon maaf, kita harus sama-sama memahami bahwa yang ingin berbicara bukan hanya Partai Demokrat karena fraksi lain juga ingin menyampaikan pendapatnya. Saya pikir sudah jadi kewajiban pimpinan sidang untuk menertibkan jalannya rapat agar semua fraksi dapat hak menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

“Jadi dalam konteks ini, pimpinan rapat bukan menghalangi Fraksi Demokrat berbicara, tapi ingin memberi kesempatan fraksi lain untuk menyampaikan pendapatnya,” tutur Indra.

Dia melanjutkan, mikrofon di ruang rapat paripurna DPR RI sudah diatur otomatis mati setelah lima menit digunakan. Hal itu dilakukan agar masing-masing anggota memiliki waktu bicara yang sama dan supaya rapat berjalan efektif serta terukur dari sisi waktu dan substansi.

Baca Juga : Demokrat: Puan Maharani Matikan Suara Rakyat!

“Supaya tidak ada tabrakan audio yang membuat hang, maka perlu diatur lalu lintas pembicaraan,” katanya.

Baca Juga : Heboh Puan Matikan Mic, Ini Kritik Keras Partai Demokrat

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini