Kemenkes: 69% Pesantren Punya Surat Kesehatan Aman Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 06 Oktober 2020 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 337 2289151 kemenkes-69-pesantren-punya-surat-kesehatan-aman-covid-19-WfEHqkyM0H.jpg Ponpes Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan, ditutup sementara imbas ditemukannya kasus positif Covid-19. (Foto : Okezone/Fathnur Rohman)

JAKARTA – Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Rizkiyana Sukandhi Putra mengatakan hingga saat ini sebanyak 69% pondok pesantren telah memiliki surat kesehatan aman dari Covid-19.

“Sebanyak 69% sudah memiliki surat keterangan aman (Covid-19),” ungkap Rizki dalam rapat koordinasi Pembinaan dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Pesantren secara virtual, Selasa (6/10/2020).

Ini berdasarkan hasil survei pelaksanaan protokol kesehatan sesuai dengan SKB 4 menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dengan responden 146 pesantren perwakilan dari 3 regional (Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur).

Sementara sebanyak 31% pesantren saat ini masih belum memiliki surat kesehatan aman Covid-19. Artinya, kata Rizki, 31% pesantren masih belum aman untuk melakukan kegiatan pendidikan pesantren.

“Sedangkan 31% belum memiliki. Artinya masih ada 31% itu belum belum aman untuk melakukan kegiatan-kegiatan pendidikan pesantrennya,” katanya.

Rizki berharap agar 100% atau seluruh pesantren di Tanah Air sudah memiliki surat kesehatan aman dari Covid-19 sehingga bisa kembali melakukan kegiatan pendidikan aman dari Covid-19.

“Jadi sekali lagi ini angka yang cukup besar karena kita harapkan 100% pesantren itu sudah memiliki surat kesehatan aman dari Covid-19 yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas atau Satgas yang bersangkutan,” tegas Rizki.

Dengan begitu, kata Rizki, dapat mengantisipasi munculnya klaster pesantren. “Namun demikian, melihat perkembangan yang terjadi maka klaster-klaster baru bermunculan termasuk di beberapa pesantren. Nah inilah yang harus diwaspadai supaya upaya-upaya yang kita lakukan upaya 3M memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.”

“Ada dua hal lagi yang menurut Pak Doni Monardo (Ketua Satgas Penanganan Covid-19), kita menganut 5 sempurna kalau 3 itu sudah baik, tapi kita sempurnakan dengan dua hal yang lain yaitu tentang pengaturan waktu belajar, waktu bekerja, waktu olahraga, maupun pengendalian stres. Yang kelima adalah bagaimana kita makanan gizi yang seimbang, protein, lemak, karbohidrat sehingga akan meningkatkan imunitas tubuh kita,” tutur Rizki.

Baca Juga : Pemerintah Resmi Tetapkan Biaya Tes Swab Maksimal Rp900 Ribu

“Ini akan menjadi penting oleh karena kita menghadapi situasi di mana draft of choice belum ada, kemudian vaksin belum ditemukan begitu, sehingga imunitas kita menjadi penting,” katanya.

Baca Juga : Warga Tertib Pakai Masker, Kasus Covid-19 di Malang Menurun

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini