Hotel Isolasi OTG Covid-19 Kurangi Beban Tenaga Kesehatan di RS Wisma Atlet

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 05 Oktober 2020 17:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 337 2288779 hotel-isolasi-otg-covid-19-kurangi-beban-tenaga-kesehatan-di-rs-wisma-atlet-rwUMF96OTH.jpg Tenaga kesehatan mengenakan APD. (Foto: Kemenkes RI)

JAKARTA - Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan jumlah kasus orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Pemerintah telah menyiapkan sarana juga prasarana, termasuk berkolaborasi dengan pihak swasta untuk menyiapkan fasilitas isolasi secara mandiri.

Beberapa hotel, baik di Ibu Kota maupun luar daerah digunakan untuk fasilitas isolasi mandiri. Lalu, bagaimana pengaruhnya terhadap tingkat hunian di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, yang selama ini digunakan untuk isolasi pasien Covid-19 terutama di DKI Jakarta? 

Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19, Mayjen TNI dr. Tugas Ratmono mengatakan, pembukaan hotel isolasi mandiri merupakan bentuk kolaborasi dalam penanganan Covid-19. 

Ilustrasi. (Foto: Shuttterstock)

“Yang paling penting justru pertama ini tentunya sesuai dengan Ulang Tahun TNI saat ini Sinergi untuk Negeri, ya saya kira inilah suatu sinergitas dari penanganan Covid ya,” ungkapnya di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB Jakarta, Senin (5/10/2020). 

Baca juga: Corona Mengganas, IDI: Covid-19 Susah Ditebak!

“Yang tadinya kan kita siapkan untuk flat isolasi mandiri di Wisma Atlet yang paling banyak di sana. Kemudian saat ini sudah mulai disiapkan, dari isolasi mandiri di hotel-hotel ya, baik bintang 2 maupun sampai bintang 3 yang disiapkan oleh pemerintah. Inilah bentuk dari suatu sinergitas saya kira yang paling penting,” tambahnya.

Tugas mengatakan, dengan dibukanya hotel isolasi mandiri Covid-19, maka tingkat hunian di RS Wisma Atlet juga mengalami penurunan.

“Dan kalau melihat pengaruhnya tentunya, ya tentunya kalau tadinya isolasi mandiri itu langsung masuk ke flat isolasi mandiri di Kemayoran di Wisma Atlet, sekarang mungkin juga ada sebagian yang masuk ke hotel-hotel, tentunya ini ada suatu pengurangan jumlah yang sangat mungkin, yang sangat mungkin.” ujarnya.

Selain itu, dengan dibukanya hotel isolasi mandiri, maka akan mengurangi beban para tenaga kesehatan di RS Wisma Atlet. “Dan ini yang paling penting, justru ini akan memberikan pemerataan dalam konteks, katakanlah di Wisma Atlet kalau 90% bahkan sampai mungkin 95% dan seterusnya, ini akan memberikan suatu beban pada tenaga kesehatan dan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Dan dengan jumlah yang menurun tentunya ini akan membuat beban turun,” ucapnya.   

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini