Saat Jokowi Sapa Kondisi Prajurit TNI yang Bertugas di Kongo

Riezky Maulana, iNews · Senin 05 Oktober 2020 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 337 2288772 saat-jokowi-sapa-kondisi-prajurit-tni-yang-bertugas-di-kongo-9WcToG8gXf.jpg Tangkapan Layar YouTube

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyapa Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Batalyon Gerak Cepat (BCG) Monusco yang bertugas di Republik Demokratik Kongo, memimpin upcara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 TNI secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Senin (5/10/2020).

(Baca juga: Cerita Jenderal TNI AU Dimarahi Ibunya karena Terbangkan Jet Tempur F-16 di Atas Rumah)

Dalam kesempatan itu, Jokowi menanyakan waktu antara Indonesia dan Kongo kepada prajurit.

"Ini yang paling jauh ini di Kongo. Di sana pagi siang atau malam?" tanya Jokowi kepada Satgas TNI Konga.

(Baca juga: Horor di Belantara Papua, Kisah Prajurit Kopassus Tersesat di 'Alam Lain')

"Siap, saat ini menunjukan pukul 04.35, perbedaan waktu 5 jam lebih lambat dari Waktu Indonesia Bagian Barat," jawab Dansatgas Kolonel Inf Daniel Lumbanraja.

Lalu Jokowi menanyakan berapa jumlah pasukan TNI yang ada di sana dan mempersikahkan Dansatgas melaporkan kondisi terkini. Pertanyaan tersebut kemudian langsung dijawab oleh Daniel dengan menyebut pasukan yang ada di benua Afrika tersebut mencapai 850 orang.

"Selamat pagi Bapak Presiden Republik Indonesia, yang saya hormati Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia. Dari benua Afrika izin melaporkan, Satgas Gerak Cepat TNI berjumlah 850 prajurit. Terdiri dari 644 prajurit TNI Angkatan Darat, 138 prajurit TNI Angkatan Laut, dan 68 TNI Angkatan Udara, di antaranya terdapat 43 prajurit wanita TNI," ucap Daniel.

Daniel menjelaskan, bahwa kondisi fisik seluruh prajurit dinyatakan sehat. Di tengah pandemi Covid-19, lapor Daniel ke Jokowi, situasi dan kondisi di daerah misi dalam keadaan aman terkendali.

"Kami laporkan, beberapa wilayah sudah dinyatakan aman. Tetapi masih ada beberapa wilayah lainnya yang rawan tindakan kriminal," ujarnya.

Selanjutnya, sambung Daniel, berkat pembinaan wilayah yang dilaksanakan oleh Satgas Batalyon Gerak Cepat, TNI telah memperoleh pengakuan banyak komponen. Mulai dari masyarakat sekitar, pemerintah setempat dan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kami merasa bangga dapat membawa nama baik bangsa Indonesia di dunia internasional melalui tugas operasi pemeliharaan perdamaian di Republik Demokratik Kongo. Demikian Bapak Presiden yang kami laporkan," tutur Daniel.

"Selanjutnya siap melaksanakan tugas untuk mengharumkan nama baik bangsa Indonesia di mata dunia," katanya.

Setelah Daniel melaporkan, Jokowi mengucapkan terima kasih dan mengatakan bahwa dengan adanya prajurit TNI membantu persamaian dunia merupakan amanat dari konstitusi Indonesia. Akhir kata, Presiden Jokowi menitip pesan agar para prajurit selalu berhati-hati. "Siap. terima kasih Bapak Presiden," jawab Daniel.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini