Mahfud MD Blak-blakan soal TGPF Pembunuhan di Intan Jaya Berjumlah 30 Orang

Riezky Maulana, iNews · Senin 05 Oktober 2020 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 337 2288769 mahfud-md-blak-blakan-soal-tgpf-pembunuhan-di-intan-jaya-berjumlah-30-orang-eMNAVXhbxU.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut tim gabungan pencari fakta (TGPF) tentang peristiwa kekerasan dan penembakan di Kabupaten Intan Jaya, Papua hanya akan bekerja untuk kasus yang diperkirakan terjadi pada 17-19 September 2020 saja. Bukan untuk ragam kasus lain.

Dia menuturkan, TGPF bukan pro justisia. Proses hukum tetap berjalan di luar dan pelakunya segera dibawa ke pengadilan.

"Tim ini akan mencari hal lain di luar itu, lalu menghasilkan rekomendasi, langkah apa yang harus dilakukan pemerintah, agar rakyat disana tenang," ujar Mahfud dalam konferensi pers yang ditayangkan oleh Kemenko Polhukam, Senin (5/10/2020).

Baca Juga: Komnas HAM Tak Masuk TGPF Penembakan di Intan Jaya, Mahfud MD: Nanti Dikira Dipolitisasi 

Mahfud menjelaskan, pada awalnya, TGPF ditargetkan untuk menyelesaikan kasus ini lebih lama lagi, bukan hanya dua minggu serta melibatkan sedikit orang. Namun, keputusan tersebut berubah, pada akhirnya komposisi anggota TGPF mencapai 30 orang dan waktu pelaporan ditargetkan dua minggu.

"Semula tim ini ditargetkan bekerja selama enam minggu sampai tiga bulan. Tetapi, kita ingin lebih cepat sehingga timnya menjadi gemuk. Biasanya kan tim itu tujuh orang, nah ini kami bentuk 18 orang tim lapangan dan 11 orang tim pengawas. Sehingga itu diperkirakan cukup dua minggu," tuturnya.

Selain dikarenakan anggota yang sudah banyak, Mahfud mejelaskan, lingkup investigasi kecil menjadi alasan mengapa waktu pengungkapan fakta dipersingkat. Selain itu, dengan anggota tim yang datang dari beragam katar belakang, diharapkan hasilnya dapat maksimal serta objektif.

"Jadi gini waktu dua minggu ini karena kita ingin cepat. Dan kami kan memperhatikan bahwa objeknya itu tidak lebar-lebar amat ya. Nanti sudah bisa diidentifikasi siapa yang harus ditanya dan siapa yang harus didatangi di lapangan," ucapnya.

"Tim terdiri dari unsur yang berbeda-beda. Tidak hanya dari birokrat, tapi juga tokoh gereja, tokoh adat, tokoh kampus, tokoh masyarakat, dan juga BIN yang bisa memberi informasi. Ini semua agar mendapatkan hasil yang objektif," ujarnya.

Baca Juga:  Kondisi di Intan Jaya Papua Mulai Kondusif Setelah Aksi Penembakan 

Sebelumnya, pemerintah membentuk TGPF untuk mengungkap kasus pembunuhan di Kabupaten Intan Jaya, Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Menko Polhukam Mahfud MD bertindak sebagai penanggung jawab tim investigasi ini.

Pembentukan TGPF tertuang dalam Keputusan Menko Polhukam Nomor 83 Tahun 2020 tentang Tim Gabungan Pencari Fakta Peristiwa Kekerasan dan Penembakan di Kabupaten Intan Jaya. Surat keputusan ini ditetapkan pada Kamis 1 Oktober 2020.

"TGPF Intan Jaya sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatu mempunyai tugas mencari dan menemukan fakta terhadap peristiwa kekerasan dan penembakan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya dengan didukung data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka mencari informasi yang benar dan objektif untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah dan masyarakat,” bunyi salinan surat keputusan tersebut dikutip Jumat 2 Oktober 2020.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini