Aksi Heroik TNI yang Bikin Bangga, Nomor 5 Super Berani

Hambali, Okezone · Senin 05 Oktober 2020 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 337 2288574 aksi-heroik-tni-yang-bikin-bangga-nomor-5-super-berani-eOwr0VNkSZ.jpg Aksi prajurit TNI membantu korban bencana (foto: Puspen TNI)

TANGSEL - Hari ini, Senin 5 Oktober 2020, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperingati dirgahayu ke-75. Pengabdiannya yang setara dengan umur republik membuat bangsa ini yakin, jika keberadaan TNI menjadi tulang punggung pertahanan dari segala ancaman luar

TNI saat ini tidak lagi dihadapkan pada peperangan konvensional, bahkan peperangan saat ini sama mulianya yakni, menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Bukan hanya dalam negeri bahkan di dunia internasional, kiprah TNI diakui. Apa saja capaian-capaian TNI dalam mengemban tugas mulia ini.

Berikut adalah 5 aksi heroik prajurit TNI di dalam maupun luar negeri yang dihimpun Okezone.com.

1. Aksi Selamatkan Penumpang Kapal Tenggelam

Sebanyak 7 prajurit Kostrad TNI AD terlibat dalam aksi penyelamatan penumpang Kapal Leuser yang terjatuh di Laut Banda. Upaya itu dilakukan para prajurit di tengah arus dan gelombang air yang besar.

Ketujuh prajurit yang terjun ke laut dapat dengan cepat menyelamatkan korban. Mereka adalah Prada Wiliam, Prada Laode, Prada Lahasdin, Prada Musa, Prada Marman, Prada Wahyudi dan Prada Arjan. Semuanya berdinas di Brigif 20/3 Kostrad.

Kepala Penerangan Kostrad, Kolonel Inf Adhi Giri Ibrahim menjelaskan, aksi tersebut spontan dilakukan saat korban yang bernama Dedi Bagus Setiawan (24) terombang ambing di tengah laut. Peristiwa itu diketahui terjadi Minggu 9 Februari 2020 sekira pukul 16.45 WITA saat Kapal Leuser menuju Timika, Papua.

"Saat kapal berada di tengah laut, terdengar dari kejauhan suara ramai orang-orang histeris dan berteriak-teriak serta menunjuk ke arah laut. Ternyata salah seorang penumpang terjatuh ke laut dan berteriak minta pertolongan," tulis Adhi dalam rilis tertulisnya kepada Okezone.

"Setelah salah satu prajurit mendekat untuk melihat kejadian, dengan diikuti keenam orang lainnya. Mereka spontan melepas seragamnya, lalu ikut terjun ke laut guna menyelamatkan korban," terang Adhi Giri.

Para prajurit seduanya sedang melakukan pergeseran pasukan dari Makassar menuju Timika, Papua dengan menggunakan Kapal Leuser. Seluruh prajurit berpangkat Prajurit Dua (Prada), mereka merupakan tamtama remaja baru yang akan masuk ke satuan baru di Brigif 20/3 Kostrad.

2. Aksi Selamatkan Gadis Remaja Korban Kecelakaan

Seorang gadis remaja bernama Putri Nabila (20) ditemukan tergeletak bersimbah darah di tepi jalan di wilayah Rancamanyar, Bandung, Jawa Barat. Dia terluka parah akibat mengalami kecelakaan lalu lintas.

Tak ada yang tahu bagaimana kronologi hingga dia menjadi korban kecelakaan. Namun yang pasti, lebih dari 30 menit dia dibiarkan tergeletak dalam kondisi mengenaskan. Di lokasi banyak orang, bahkan sampai macet. Tapi tak ada yang memberikan penanganan medis darurat.

Putri baru mendapatkan penanganan medis setelah kedatangan seorang prajurit TNI. Secara Heroik, nyawanya diselamatkan oleh Serma Muliadi, Komandan Regu Provos Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) Kodiklat TNI AD.

Menurut siaran resmi Pussenarmed yang diterima Okezone pada Kamis 3 September 2020, ketika peristiwa itu terjadi, Serma Muliadi dalam perjalanan pulang. Setiba di lokasi, terjadi kemacetan. Dia pun turun memastikan penyebab kemacetan.

Ternyata kemacetan terjadi karena banyaknya warga dan pengguna jalan yang memenuhi ruas jalan untuk menyaksikan kecelakaan itu. Melihat kondisi korban yang mengkhawatirkan, Serma Muliadi pun tak tinggal diam, dia langsung bergerak cepat menghampiri korban.

Putri langsung dan dievakuasi ke dalam mobil. Kebetulan ketika itu Serma Muliadi sedang mengendarai mobil provos Pussenarmed. Putri dibaringkan di kursi tengah mobil, dan Serma Muliadi langsung tancap gas melarikan Putri ke Rumah sakit Santosa di Kopo. Putri pun mendapatkan perawatan medis, kondisi cukup parah, dia tak sadarkan diri.

"Saya banyak sangat berterimakasih kepada anggota Pussenarmed yang telah membantu adik saya, saya juga meminta doa untuk kesembuhan adik saya," kata kakak korban yang tiba di rumah sakit itu.

3. Aksi Evakuasi Mobil Warga Hanyut Terbawa Arus

Enam personel Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat Pos Inbate dipimpin Sertu Sucana bersama masyarakat membantu evakuasi mobil Carry 1000 yang hanyut terbawa banjir Sungai Inbate.

Sebagai informasi, Inbate merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timur Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra dalam rilis tertulisnya, di Timur Tengah Utara, NTT, Selasa 12 Februari 2019.

Diungkapkan Dansatgas, mobil hanyut tersebut adalah milik seorang warga Desa Inbate, Anis Sasi (30), di mana pekerjaannya adalah sopir angkutan desa. "Kejadian hanyutnya mobil tersebut bermula ketika Anis Sasi membawa 3 orang penumpang dari Desa Inbate ke Kefa," ujarnya.

Saat pulang dari Kefa hujan begitu deras, sang sopir mencoba melewati sungai yang airnya belum begitu deras, namun mobil mengalami kemacetan. Sehingga sopir turun untuk mengambil tali di rumah warga yang terletak di atas sungai.

"Saat sopir pergi mengambil tali tiba-tiba datang arus air yang besar menghanyutkan mobil tersebut," katanya lagi

Ditambahkan dia, beruntung sopir dan 3 penumpang bisa menyelamatkan diri, hanya mobil yang mengalami kerusakan. "Anggota Satgas dibantu masyarakat saling bahu-membahu menarik mobil tersebut dengan tali agar tidak hanyut dibawa arus deras," tambahnya

Hendra menegaskan, apapun kesulitan masyarakat, Satgas selalu siap untuk membantu. Jangan khawatir atau takut untuk menyampaikan kepada Satgas kesulitan yang dihadapi masyarakat.

"Kehadiran TNI khususnya di daerah perbatasan untuk melindungi dan membantu warga yang mengalami kesulitan," tuturnya.

4. Aksi Selamatkan Bayi Terjepit Kayu saat Banjir

Aksi heroik kembali ditunjukkan oleh anggota TNI AD, yaitu Prajurit Yonif RK 751/VJS yang berhasil melakukan penyelamatan terhadap seorang bayi 5 bulan Suku Asli Papua yang terjebak selama 6 jam di kolong rumah akibat banjir yang menerjang di Kabupaten Sentani.

Tersebut disampaikan Kapendam XVII/Cen Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam rilis tertulisnya, Minggu 17 Maret 2019. Dikatakannya, proses evakuasi dan penyelamatan itu terjadi pada Sabtu 16 Maret 2019 sekira pukul 08.00 WIT.

"Saat itu Tim Yonif 751 melakukan penyisiran daerah terdampak banjir di Kampung Taruna, Jalan Sosial Taruna Sentani, diantaranya Sertu Hanafi, Sertu Samsi, Prada Yacob, Prada Yusril dan Prada Syahril," ujar Aidi.

Mendengar adanya seorang bayi yang terjepit di kolong kayu runtuhan rumah, maka kelima prajurit langsung beraksi untuk membantu melakukan penyelamatan. Prosesnya cukup lama, karena harus berhati-hati agar sang bayi selamat dengan cepat.

"Akhirnya dibantu yang lain, Prada Syahril berhasil mengeluarkan tubuh bayi yang masih terhimpit reruntuhan kayu dengan menggunakan gergaji," ucapnya.

Guna memberikan pertolongan pertama, Prada Syahril bersama temannya langsung membawa bayi itu ke Puskesmas terdekat menggunakan sepeda motor. Untungnya saat diperjalanan berpapasan dengan mobil ambulance, selanjutnya bayi tersebut dipindahkan dan dievakuasi menuju Puskesmas Sentani.

5. Aksi Penyusupan ke Kapal Perang Malaysia di Ambalat

Pada tahun 2005 silam, dua buah kapal TLDM (Tentara Laut Diraja Malaysia) dan Police Marine Malaysia bikin ulah di perairan Karang Unarang sebuah kawasan kaya minyak Blok Ambalat. Mereka mencoba merapat dan menenggelamkan jangkar mereka untuk mengganggu pembangunan mercusuar di perairan yang masuk wilayah kedaulatan NKRI.

Meski sudah diperingatkan oleh TNI AL dari atas KRI Tedong Naga, namun dua kapal negeri jiran itu tetap ngeyel. Akhirnya, komandan KRI Tedong Naga menghubungi Tim Kopaska yang dikomandani Lettu Berny untuk mendatangkan bantuan. Alhasil, tiga anggota Kopaska masing-masing bernama Serka Ismail, Serda Muhadi dan Kelasi Satu Yuli Sungkono dikirim untuk "menyelesaikan" ulah Malaysia.

Untuk mengecoh perhatian awak kapal Malaysia, Serka Ismail memerintahkan motor boat yang dikendarai ketiganya melaju secara zigzag. Taktik itupun berjalan mulus, para ABK kapal Malaysia lalu terpancing untuk terus mengamati pergerakan motor boat, sedangkan Serka Ismail menyelam, mendekati dan masuk secara senyap ke salah satu kapal tersebut.

Dengan tangan kosong tanpa membawa senjata, Serka Ismail mendobrak pintu kapal dan memerintahkan kapal Malaysia itu enyah dari wilayah teritori Indonesia. Meski sempat terjadi perdebatan sengit, dua kapal Malaysia itu akhirnya kabur tancap gas lantaran ciut dengan keberanian Serka Ismail.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini