Puspomad Ungkap Sosok Ahon, Warga Sipil yang Pakai Mobil Dinas TNI AD

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 04 Oktober 2020 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 337 2288178 puspomad-ungkap-sosok-ahon-warga-sipil-yang-pakai-mobil-dinas-tni-ad-cg784B9Ikm.jpg Tangkapan Layar Media Sosial

JAKARTA - Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) membeberkan sosok warga sipil yang menggunakan mobil dinas TNI merek Fortuner untuk berkegiatan sehari-hari. Warga sipil tersebut yakni, Suherman Winata alias Ahon. Puspomad sudah memintai keterangan terhadap Ahon.

(Baca juga: Mobil Dinas TNI Dipakai Sipil, Puspomad Akan Periksa Seorang Purnawirawan)

"Bahwa saudara Suherman Winata alias Ahon sudah dimintai keterangan di Mapuspomad dan kendaraan Fortuner pelat dinas nomor registrasi 3688-34 warna hijau army serta pelat nomor registrasi sudah diamankan," ujar Komandan Puspomad Letjen TNI Dodik Widjanarko melalui keterangan tertulis, Sabtu, 3 Oktober 2020.

(Baca juga: Puspomad Sita Mobil Dinas TNI yang Viral Dipakai Warga Sipil)

Berdasarkan hasil penyelidikan pihak Puspomad, mobil Toyota Fortuner warna hijau army dengan nomor registrasi 3688-34 bukan kendaraan organik Puspomad. Namun memang, pelat nomor yang terpasang di mobil tersebut teresgitrasi di Puspomad.

Mobil tersebut ternyata dipinjam pakaikan kepada salah seorang pensiunan TNI AD yakni, Kolonel Cpm (Purn) Bagus Heru Sucahyo, sejak 2017 hingga hari ini. Untuk memperjelas kenapa mobil tersebut bisa digunakan oleh Ahon, pihak Puspomad juga akan memintai keterangan Kolonel Cpm (Purn) Bagus Heru Sucahyo.

"Terhadap Kolonel Cpm (Purn) Bagus Heru Sucahyo karena berdomisili di Bandung, yang bersangkutan menyanggupi akan hadir pada hari Senin, 5 Oktober 2020 untuk dimintai keterangan serta memperlihatkan kelengkapan surat kendaraan," ungkapnya.

Puspomad juga menginformasikan bahwa purnawirawan polisi militer masih diberikan izin pinjam pakai nomor registrasi untuk digunakan dalam batas waktu dan kapasitas tertentu. Namun, nomor registrasi itu tidak boleh digunakan oleh orang lain yang tidak berhak.

"Apabila nanti dari semua hasil penyelidikan didapatkan suatu bukti awal pelanggaran hukum, akan diproses dengan tegas sesuai hukum yang berlaku,"tutup Dodik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini