Wapres Ma'ruf Amin Pastikan Kehalalan Vaksin Covid-19 Tak Jadi Hambatan

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 03 Oktober 2020 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 337 2287915 wapres-ma-ruf-amin-pastikan-kehalalan-vaksin-covid-19-tak-jadi-hambatan-EGN8BRRkxL.jpg Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menerima kunjungan Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dan Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir, kemarin (2/10/2020). Dalam kesempatan itu, Ma'ruf menerima laporan dari Luhut dan Terawan terkait perkembangan vaksin Covid-19.

Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi mengatakan bahwa Ma'ruf Amin menjelaskan faktor kehalalan bukan menjadi hambatan dalam proses vaksinasi Covid-19. Jika vaksinnya halal maka itu bagus. Namun, bila belum halal, maka ada jalan keluar keagamaan. Vaksin tetap dapat digunakan dalam status keadaan darurat.

BACA JUGA: Erick Thohir Laporkan Vaksin Covid-19 Halal ke Ma'ruf Amin

"Jadi gini, vaksin itu menurut Kyai Ma'ruf Amin tidak menghambat untuk dipakai apakah itu halal atau itu tidak halal. Karena kalau halal jelas enggak ada masalah, kalau misalnya tidak halal, dalam kondisi darurat seperti ini, itu tidak masalah. Tapi mudah-mudahan halal," ucap Masduki saat berbincang dengan Okezone lewat sambungan telepon, Sabtu ( 3/10/2020).

Menurut Masduki pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melakukan verifikasi terkait vaksin Covid-19. Barulah nanti akan diketahui vaksin tersebut dibuat dari proses yang halal atau tidak. Kalau pun tidak halal, maka itu tidak jadi masalah karena saat ini masuk keadaan darurat.

BACA JUGA: Jokowi: Vaksin Covid-19 Disuntikkan kepada 180 Juta Jiwa

"Yang terpenting harus ada verifikasi, verifikasi artinya ada penyelidikan dari proses awal sampai ke akhirnya sepeti apa selama di sana, itu tim yang ahli di bidang kehalalannya, yang kedua di bidang fatwanya," jelas dia.

Masduki mengungkapkan bahwa Menko Luhut, Menkes Terawan, Dirut Bio Farma didampingi oleh MUI akan bertolak ke China untuk memastikan kehalalan vaksin corona. Setelah diverifikasi, maka vaksin akan didatangkan ke Indonesia.

"Jadi ada dua proses ini, tapi dua-duanya apakah halal atau tidak halal, tetap saja diverifikasi, makanya pak Luhut bersama Menkes ketika akan datang ke China pada pertengahan bulan Oktober ini, itu akan didampingi oleh LPPOM MUI dan Komisi Fatwa MUI," tuturnya.

Tim dari pemerintah dan MUI akan bertolak ke China sekitar pertengahan Oktober 2020. Kemudian vaksin tersebut akan didatangkan ke Indonesia sebanyak tiga juta pada November 2020. Pada tahap pertama, vaksin akan diberikan ke pihak yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19.

"Tahap awal tiga juta, untuk tim kesehatan yang selama ini berada di front depan menghadapi pasien Covid, untuk TNI-Polri, orang yang di garis depan. Tahap kedua bisa untuk publik secara bertahap semuanya. Penjelasannya begitu dari Menteri Kesehatan," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini