7 Kisah Viral Pelanggar Protokol Kesehatan, Berkerumun hingga Nyawer Biduan Dangdut

Wisnu Yusep, Okezone · Sabtu 03 Oktober 2020 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 337 2287793 7-kisah-viral-pelanggar-protokol-kesehatan-berkerumun-hingga-nyawer-biduan-dangdut-JeoHbGPiJn.jpg Kafe di Bekasi dibubarkan karena menimbulkan kerumuman (Foto: Okezone/Wisnu)

BEKASI – Berbagai daerah menerapkan peraturan yang berbeda dalam memberikan sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan. Dari sanksi halus sampai dengan sanksi yang begitu berat.

Sanksi-sanksi yang diterapkan oleh setiap pemerintah daerah itu demi menekan angka penyebaran virus corona atau Covid-19, yang belakangan ini kembali meningkat.

Terlebih lagi, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Beragam sanksi bagi masyarakat yang melanggar penerapan protokol kesehatan diantaranya teguran lisan atau tertulis, kerja sosial, denda administratif, penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha.

Sanksi-sanksi tersebut berlaku bagi perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum. Tempat dan fasilitas umum yang dimaksud tersebut adalah perkantoran, usaha, dan industri, sekolah, tempat ibadah, stasiun, terminal, pelabuhan, bandar udara, transportasi umum, kendaraan pribadi, toko, pasar modern dan tradisional, apotek dan toko obat, warung makan, rumah makan, cafe dan restoran, pedagang kaki lima, perhotelan, tempat wisata, dan fasilitas layanan kesehatan.

Inpres terhadap protokol kesehatan ini nantinya akan diatur lebih lanjut dalam peraturan gubernur, bupati, atau wali kota. Kepala daerah bisa menyesuaikan kearifan lokal dari masing-masing daerah.

Meski sudah ada sanksi, nyatanya disiplin protokol kesehatan dikalangan masyarakat tampaknya masih terabaikan. Entah, karena masyarakat sudah jengah terhadap kondisi yang ada atau malah menganggap virus corona ini tidak ada?

Itu terlihat dari masyarakat di berbagai daerah memilih untuk euforia, seolah mengabaikan dan menyepelakan protokol kesehatan virus corona, yang saat ini menjukan peningkatan.

Berikut ini adalah rangkuman Okezone pelanggar prokes di sejumlah daerah yang sempat viral di media sosial:

1. Kafe Broker di Bekasi

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Kota Bekasi. Masyarakat terlihat berkerumun di salah satu kafe di wilayah Galaxi, Kota Bekasi. Mereka terlihat berjoget dan berkerumun tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Pelanggar prokes itu pun sempat viral. Dalam video yang viral itu memperlihatkan warga tengah asik berjoget. Bahkan ada sampai dibopong dipunggung seolah tengah menyaksikan konser musik.

Baca Juga: Polisi Segel Kafe di Bekasi yang Izinkan Warga Joget Berkerumun

Setelah sempat viral karena melanggar protokol kesehetan, akhirnya kafe yang diketahui bernama Kafe Broker disegel petugas karena terbukti melanggar protokol kesehatan.

2. Pelanggar Prokes saat Kampanye

Di tengah situasi pandemi, pasangan calon Bupati Pohuwato Gorontalo, Saiful Mbuinga dan Suharsi Igirisa justru mendeklarasikan diri dengan menggelar konser yang menciptakan kerumunan.

Konser yang diselenggarakan di lapangan Panua, Marisa, Pohuwato pada Kamis (3/9/2020) itu menciptakan kerumunan massa.

Dalam video yang dibagikan oleh akun Twitter @Irwan2syah, tampak seorang biduan tengah tampil di atas panggung.

Biduan dalam video itu berulang kali mengajak warga mengulang jargon dari pasangan calon Saiful Mbuinga - Suharsi Igirisa (SMS).

Video yang kemudian menjadi viral itu menuai sorotan warganet. Banyak yang menyayangkan aksi deklarasi Saiful Mbuinga mengingat pandemi Covid-19 masih mengintai.

3. Konser Dangdut Wakil Ketua DPRD Tegal

Konser dangdut yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo yang menggelar acar pernikahan anaknya pada Rabu 23 September 2020 viral.

‎Konser dangdut yang digelar ditengah peningkatan kasus virus corona atau Covid-19 menuai sorotan. Ribuan orang mendatangi acara yang digelar di Lapangan Kecamatan Tegal Selatan itu hingga menimbulkan kerumunan.

Akibat konser ini, Kapolsek Tegal Selatan dicopot dari jabatannya. Selain itu, polisi telah menetapkan Wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo sebagai tersangka.

4. Wali Kota Tegal Nyawer di Dangdutan

Tampaknya dangdutan yang digelar oleh Wasmad berbuntut panjang. Kini beredar ‎sebuah video yang menunjukkan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono sempat naik ke panggung yang digunakan untuk konser dangdut tersebut saat menghadiri hajatan.

Video tersebut diunggah pada Facebook di grup info seputar tegal oleh akun @Saiia Zenny.

Dalam video yang beredar di media sosial‎, terlihat Dedy Yon berjalan dari dalam tenda acara hajatan lalu naik ke atas panggung besar, dan megah yang sudah disiapkan tuan rumah hajatan untuk acara hiburan.

Setiba di atas panggung, Dedy Yon yang mengenakan batik lengan panjang dan berkacamata hitam lalu berdiri di samping biduan yang saat itu sedang tampil bernyanyi.

Seperti juga tampak dalam video berdurasi 24 detik tersebut, saat itu ‎belum banyak masyarakat yang menonton di sekitar panggung.

Dedy Yon sendiri dalam keterangan tertulis Humas Pemprov Jawa Tengah mengakui dirinya sempat hadir di hajatan yang digelar Wasmad bersama sejumlah pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

Kehadirannya saat itu diakui dia, karena diundang oleh Wasmad selaku tuan rumah hajatan.

5. Arogansi Petugas saat Beri Sanksi

Baru-baru ini, warga Kota Singkawang dihebohkan dengan beredarnya video sikap arogansi salah seorang oknum petugas Satpol PP ketika memberikan sanksi kepada salah seorang pelanggar protokol kesehatan.

Sikap arogansi tersebut viral karena direkam warga selama dua menit. Dalam video yang viral di medsos itu terlihat seorang petugas membentak warga yang melangar protokol kesehatan. Tak hanya itu, dia membentak bahkan mengancam akan menggampar warga itu.

Petugas itu juga kerap menunjuk-nunjuk muka warga yang sudah mengaku bersalah tersebut. Dia pun menyuruh warga itu membaca isi Pancasila. Namun karena tak hapal, dia pun kembali mengancam akan menggampar pelanggar protokol kesehatan itu.

"Kugampar kau, kau orang Indonesia bukan," kata petugas yang diseragamnya itu tertulis nama Diar.

6. Renang di Medan

Baru-baru ini juga warga Kota Medan dihebohkan dengan video warga yang menunjukkan tengah menggelar pesta kolam renang di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Dalam rekaman itu terlihat ratusan orang berpesta dan berjoget tanpa menerapkan protokol kesehatan di dalam kolam.

Video viral ini diunggah oleh akun twitter @dionismee. Dalam akun itu disebutkan pesta tersebut diadakan di salah satu waterpark di Kota Medan.

Pesta digelar pada Senin 28 September 2020 siang. Wargane pun menyesalkan pesta di komal renang tanpa menerapkan protokol kesehatan.

7. WNA Tak Terima Ditegor karen Bermasker

Jauh sebelum itu, ternyata ada ulah seorang warga negara asing (WNA) di Kota Tangerang, Banten karena tak makai masker. Aksi pria itu pun mendadak menjadi sorotan. WNA tersebut bersikukuh dengan alasannya tidak memakai masker meski telah dihadang oleh sejumlah petugas di pinggir jalan.

Aksinya terekam kamera dan videonya viral selepas dibagikan oleh akun Instagram @abouttng, Senin (20/4/2020). Di video tersebut, tampak seorang WNA mengendarai sepeda motor matic di pinggir jalan. WNA itu terlihat tidak memakai helm dan masker saat berkendara.

Beberapa petugas dari dinas setempat kemudian menghampiri WNA tersebut untuk memberi peringatan. Namun diabaikan oleh WNA yang justru terlihat ngeyel dengan argumennya. Tak lama, WNA itu bahkan tancap gas meninggalkan lokasi, tanpa peduli dengan teguran yang dilayangkan petugas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini