Cerita Penyintas Covid-19, Sembuh setelah 110 Hari Isolasi dan 17 Kali Swab

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 03 Oktober 2020 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 337 2287789 cerita-penyintas-covid-19-sembuh-setelah-110-hari-isolasi-dan-17-kali-swab-eCNHGGlRir.jpeg Inisiator Gerakan Teman Lawan Covid-19, Ara Wiraswara. (Foto: tangkapan layar MNC Trijaya)

JAKARTA - Penyintas virus corona yang juga Inisiator Gerakan Teman Lawan Covid-19, Ara Wiraswara menceritakan pengalamannya saat terpapar virus tersebut. Ara mengatakan dirinya total menjalani isolasi 110 hari dan tes usap (swab) sebanyak 17 kali sebelum dinyatakan sembuh.

"Jadi total memang 110 hari kurang lebih sebelum dinyatakan negatif Covid. Jadi empat bulan total kurang, dengan 17 kali swab test," ucap Ara dalam diskusi virtual Polemik MNC Trijaya bertajuk "Sinergi Mencari Obat Covid," Sabtu (3/10/2020).

BACA JUGA: Alumni Pasien Covid-19 di Kota Bogor Jadi Relawan, Ini Tugasnya

Ara menuturkan ketika masa awal pandemi corona, kebijakan rumah sakit mengharuskan dua kali swab test degan hasil negatif berturut-turut. Setelah itu barulah penderita dinyatakan sembuh. Nah, pada saat itu hasil swab Ara dinyatakan negatif, namun pada swab selanjutnya ia dinyatakan positif. Dengan hasil itu Ara akhirnya melanjutkan lagi isolasi.

"Saya pernah swab negatif pada Juni lalu tes lagi dinyatakan positif. Tes ke 12, 13, 14, 15 positif, baru akhirnya negatif pada tes 16 dan 17," tuturnya.

"Jadi empat bulan kurang total (isolasi) dengan 17 kali swab test. Negatifnya total tiga kali, di Juni itu saya negatif, baru (swab) ke 16 dan 17 negatif lagi," tambah Ara.

Ara bercerita ia diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah dirinya sudah tak lagi ada gejala klinis meskipun hasil swabnya masih positif. Di rumah ia melakukan isolasi mandiri dan tidak berinteraksi dengan anggota keluarganya.

BACA JUGA: Kisah Penyintas Covid-19, Sering Berolahraga dan Minum Vitamin Namun Terkena Corona

"Karena gejala klinisnya sudah menunjukkan perbaikan, jadi analisis dokter silakan isolasi mandiri di rumah dengan harapan memperoleh imunitas yang baik dan tetap menjaga protokol di rumah," ucapnya.

Di sisi lain, Ara merasa mengalami keajaiban karena anggota keluarganya tidak ada satu pun yang terpapar virus corona. Apalagi ia mempunyai anak kecil dan istrinya sedang hamil.

"Itu yang saya syukuri, istri sedang hamil, anak saya masih kecil-kecil dan itu keajaiban yang saya rasakan , saya ketat protokol dan saya berdoa, cukup biar saya yang terinfeksi Covid," katanya.

Dikatakan Ara, ia tidak bisa mendampingi istrinya melahirkan karena pada saat itu masih didiagnosis mengidap Covid-19. Namun ia bersyukur istrinya bersalin normal dan bayinya pun sehat wal afiat.

"Dan Alhamdulillah sampai istri melahirkan, bebas Covid, lahir normal, dan saya tidak bisa mendampingi karena saya divonis Covid," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini