Kuasa Hukum Pinangki Sebut Tak Ada Peran Jaksa Agung di Kasus Djoko Tjandra

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 02 Oktober 2020 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 337 2287549 kuasa-hukum-pinangki-sebut-tak-ada-peran-jaksa-agung-di-kasus-djoko-tjandra-uBe9S0nQGz.jpeg Jaksa Pinangki (Foto : iNews)

JAKARTA - Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Jefri Moses Kam mengatakan, tidak ada peran Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam kasus dugaan suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk terpidana kasus Bank Bali Djoko Tjandra.

"Kalau menurut kami sih selama penyidikan ini enggak ada itu (peran Jaksa Agung ST Burhanuddin)," kata Jefri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/10/2020).

Menurut Jefri, kliennya juga tidak pernah menyebut nama Burhanuddin dalam kasus dugaan suap tersebut saat dilakukan proses penyidikan.

Ia mengaku heran sebab nama Jaksa Agung dan mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali justru ramai diberitakan dalam kasus dugaan suap tersebut. Seolah-olah nama Burhanuddin dan Hatta Ali muncul pernah disebut oleh kliennya itu.

"Padahal kan mbak enggak pernah sebut nama tersebut sebelumnya dan mbak enggak mau ini jadi fitnah," ujarnya.

Adapun dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung menjerat Pinangki dengan tiga dakwaan berbeda.

Baca Juga : Ini Dugaan Mahfud MD soal Tewasnya Pendeta Yeremia di Intan Jaya Papua

Pertama didakwa menerima uang 500 ribu USD dari Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa di Mahkamah Agung (MA).

Kedua didakwa melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor) subsider Pasal 11 UU Tipikor.

Terakhir Pinangki juga didakwa, Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang serta didakwa terkait pemufakatan jahat pada Pasal 15 jo Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor subsider Pasal 15 jo Pasal 13 UU Tipikor.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini