Komnas HAM Tak Masuk TGPF Penembakan di Intan Jaya, Mahfud MD: Nanti Dikira Dipolitisasi

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 02 Oktober 2020 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 337 2287541 komnas-ham-tak-ada-dalam-tgpf-penembakan-di-intan-jaya-ini-penjelasan-mahfud-md-z6a5B7Xj6G.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhujam) Mahfud MD baru saja membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna mengusut serangkaian kasus penembakan dan pembunuhan yang terjadi di Intan Jaya, Papua. Dalam komposisi anggota TGPF, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak ada di dalamnya.

Mahfud menjelaskan, pada awalnya, pemerintah hendak mengajak lembaga mandiri itu untuk bergabung ke dalam tim. Belakangan, keputusan itu tidak jadi diambil lantaran Mahfud tidak ingin pemerintah dianggap mempolitisasi Komnas HAM, dan Komnas HAM dianggap mengkooptasi pemerintah.

"Kami sudah bicara dengan Komnas HAM kemarin. Sebenarnya kita ingin bergabung dengan Komnas HAM tetapi sesudah dipertimbangkan masak-masak tidak bagus juga kalau kita bergabung dengan Komnas HAM nanti dikira Komnas HAM dipolitisasi pemerintah atau dikira pemerintah sudah dikooptasi oleh Komnas HAM," ujar Mahfud dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/10/2020).

Baca Juga: Kondisi di Intan Jaya Papua Mulai Kondusif Setelah Aksi Penembakan 

Lebih lanjut Mahfud menjelaskan, TGPF dengan Komnas HAM merupakan dua lembaga yang berbeda. Akan tetapi, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mempersilakan Komnas HAM bilmana hendak melakukan penyelidikan secara mandiri.

"Padahal, dua lembaga ini berbeda. Oleh sebab itu, kami mau sejujur-jujurnya, maka kita jalan tanpa Komnas HAM dan kita mempersilakan Komnas HAM sesuai dengan wewenangnya itu melakukan penyelidikan juga. Kalau semua berniat baik maka kesimpulannya Insya Allah akan sama," tuturnya

Tak hanya itu, Mahfud memastikan bahwa pihaknya akan dengan senang hati membantu Komnas HAM jika mereka membutuhkan pengamanan TNI-Polri dalam proses investigasi yang dilakukannya. "Kita juga menyampaikan kepada Komnas HAM kalau dia mau penyelidikan sendiri kita akan bantu, kalau perlu pengamanan dari TNI-Polri meskipun kita tidak harus bergabung dalam sebuah tim," ucapnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini