Din Syamsuddin Akui KAMI Adalah Kelompok Kepentingan

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 02 Oktober 2020 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 337 2287301 din-syamsuddin-akui-kami-adalah-kelompok-kepentingan-RNYnVJUN7r.jpg Din Syamsuddin (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin merespons pernyataan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang memperingatkan KAMI. Ia pun mengakui bahwa KAMI adalah kelompok kepentingan.

Din berterima kasih kepada Moeldoko atas pernyataannya yang menunjukkan bahwa ia sudah membaca Deklarasi KAMI bertajuk Maklumat Menyelamatkan Indonesia.

Namun, KAMI menilai Moeldoko belum membaca maklumat tersebut dengan seksama, apalagi memahami isinya secara mendalam.

"KAMI bertanya tentang jalur hukum apa yang dimaksud Bapak KSP Moeldoko? Bukankah penyampaian aspirasi oleh rakyat adalah sesuai dengan hukum dasar yaitu UUD 1945 yang memberi kepada rakyat warga negara kebebasan berserikat dan berpendapat, termasuk untuk menyampaikan pendapat di depan umum?" ucap Din melalui keterangan tertulis kepada Okezone, Jumat (2/10/2020).

"Ataukah mungkin permintaan untuk menyampaikan aspirasi lewat jalur hukum adalah agar KAMI menggugat pemerintah atas pelanggaran konstitusional yang dilakukannya? Suatu hal yang dapat dilakukan namun belum dipikirkan," tambah Din.

Din menyebut penilaian Moeldoko tentang KAMI kelompok kepentingan adalah benar. Kepentingan KAMI antara lain meluruskan kiblat bangsa dan negara yang banyak mengalami penyimpangan.

Kemudian, KAMI berkepentingan mengingatkan pemerintah agar serius menanggulangi Covid-19 dengan mengedepankan kesehatan dan keselamatan rakyat di atas program ekonomi dan politik (Pilkada).

KAMI juga mengingatkan pemerintah agar serius memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang masih merajalela di lingkungan pemerintahan, dengan mencabut Undang-undang yang melemahkan KPK.

Baca Juga : Hari Batik Nasonal, Polwan Cantik Bagi-Bagi Masker Batik ke Pengendara

Baca Juga : Trump dan Istrinya Dinyatakan Positif Covid-19

Lalu KAMI pun mengingatkan pemerintah agar bersungguh-sungguh mengatasi ketakadilan ekonomi, mengutamakan lapangan kerja bagi rakyat sendiri (bukan untuk Tenaga Kerja Asing), dan mencabut Undang-undang yang lebih menguntungkan pengusaha dari pada kaum buruh.

KAMI juga mengingatkan pemerintah untuk bertindak responsif terhadap upaya pemecahbelahan masyarakat dengan tidak membiarkan kelompok-kelompok yang anti demokrasi, intoleran, dan eksklusif dengan menolak kelompok lain seperti KAMI.

"Itulah sebagian dari sekumpulan kepentingan KAMI, yang pada intinya KAMI berkepentingan agar pemerintah dan jajarannya termasuk KSP bekerja bersungguh-sungguh mengemban amanat rakyat, karena gaji yang diperoleh berasal dari uang rakyat," tegas Din.

Din berpesan kepada Moeldoko dan para staf di Istana untuk tidak mudah melempar tuduhan kepada KAMI.

"Apakah KAMI yang memecahbelah rakyat ataukah kelompok-kelompok penolak KAMI, yang patut diduga direkayasa bahkah didanai pihak tertentu yang justeru memecahbelah rakyat? Apakah kritik dan koreksi KAMI yang menciptakan instabilitas ataukah kebijakan pemerintah yang tidak bijak, anti kritik, dan tidak mau mendengar aspriasi rakyat yang justeru berandil dalam menciptakan instabilitas itu?" sambung Din.

"Apakah KAMI yang keluar dari batas (karena memaklumkan penyelamatan bangsa dan negara) ataukah Pemerintah yang melampaui batas dengan menumpuk hutang negara yang jadi beban generasi penerus, membentuk bersama DPR undang-undang yang merugikan rakyat, dan mengabaikan rakyat berjuang mempertahankan diri dari wabah dengan harus membiyai sendiri tes kesehatan?" kata Din.

Di ujung pernyataannya, Din mengingatkan Moeldoko agat tidak melemparkan ancaman krpada rakyat. Pada era demokrasi modern seperti sekarang ini, arogansi kekuasan, represif dan otoriter sudah ketinggalan zaman.

"Akhirnya KAMI mengingatkan Bapak KSP Moeldoko dan jajaran kekuasaan untuk tidak perlu melempar "ancaman" kepada rakyat. Pada era demokrasi modern dewasa ini arogansi kekuasaan, sikap represif dan otoriter sudah ketinggalan zaman. Bagi KAMI semakin mendapat tantangan dan ancaman akan menjadi pelecut untuk tetap beristikamah dalam perjuangan. KAMI bukan kumpulan orang-orang pengecut, karena para insan yang bergabung dalam KAMI adalah mereka yang menyerahkan segala urusan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, dan hanya takut kepadaNya," tukas Din.

Sebelumnya, Moeldoko menanggapi santai kehadiran KAMI. Ia tidak masalah dengan hadirnya kelompok tersebut. Namun ia mewanti-wanti bila kelompok ini mengganggu stabilitas politik.

"Mereka itu bentuknya hanya sekumpulan kepentingan. Silahkan saja, tidak ada yang melarang," ucap Moeldoko melalui keterangan tertulis resmi dari Staf Komunikasi Politik KSP, Kamis 1 Oktober 2020.

Menurut Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu, jika gagasan KAMI bagus maka bisa diambil. Namun jika arah gagasan KAMI terkesan memaksakan kepentingan, maka hal tersebut akan ada perhitungannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini