Hasil Penelitian Gempa M9,1 dan Tsunami 20 Meter Diminta untuk Dilanjutkan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 02 Oktober 2020 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 337 2287109 hasil-penelitian-gempa-m9-1-dan-tsunami-20-meter-diminta-untuk-dilanjutkan-vU3jT9aLp1.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Pakar Geofisika, Hery Harjono mendorong agar hasil penelitian adanya potensi gempa Maginitudo (M) 9,1 dengan tsunami setinggi 20 meter di selatan Jawa, agar perlu dilanjutkan untuk memetakan potensi bencana di Indonesia.

Menurut dia, hasil kajian dari Global Geophysics Reasearch Group ITB perlu diperdalam dengan menerjunkan kapal riset dengan memakan biaya yang sangat mahal.

"Apa yang perlu kita lakukan ke depan. Sebagai ilmuwan tentu saya berharap ada penelitian lanjutan. Mengingat letaknya di tengah samudra Hindia mau tak mau melibatkan riset dengan menggunakan kapal riset. Itu pernah kami lakukan di Sumatera. Jelas mahal," kata Hery kepada Okezone, Jumat (2/10/2020).

 Baca juga: Heboh Gempa Besar dan Tsunami 20 Meter, Ini Panduan Evakuasinya

Menurut dia, peneliti ITB bisa melakukan kerja sama Internasional dengan pihak lain untuk meringankan beban pembiayaan penelitian tersebut.

"Mendeploy (meletakkan) OBS (Ocean Bottom Seismograph) di dua segmen juga penting, sehingga kita dapat mengetahui lebih detil apa yang terjadi di dasar laut itu. Meletakkan acoustic GPS mungkin msh impian kita. Lakukan apa yang mungkin saja," terang Hery.

 Baca juga: Pemerintah Antisipasi Potensi Tsunami dan Gempa Bumi Dahsyat

Hery juga mengapresiasi penelitian tentang tsunami semakin intens dilakukan setelah peristiwa gempa Aceh pada 2004 silam. Dia pun mengingatkan bahwa tingkah alam cendrung selalu berulang.

"Pemda menurut hemat saya hasil-hasil riset perlu diperhatikan. Hasil riset ini misalnya perlu ditanggapi positif, bukan mengabaikannya dengan skenario yang ilmuwan sampaikan," ucap dia.

 

Mantan Deputi Kepala LIPI Bidang Ilmu Pengetahuan tersebut berharap, hasil kajian para ilmuan bisa digunakan untuk menata ruang wilayah yang berpotensi terjadinya bencana alam. Hal tersebut telah dilakukan Jepang.

"Masyarakat tak perlu khawatir berlebihan. Skenario para ilmuwan ini justru peringatan bagi kita terutama yang tinggal di pantai selatan, untuk selalu siap siaga. Tentu peran Pemda amat penting," tandasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini