Bawaslu Terima 105 Permohonan Sengketa Pilkada Serentak 2020

Felldy Utama, iNews · Kamis 01 Oktober 2020 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 337 2286971 bawaslu-terima-105-permohonan-sengketa-pilkada-serentak-2020-9EaVXfZHEV.jpg Anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja. (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menerima 105 permohonan penyelesaian sengketa kasus yang terjadi dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Jumlah ini didapat dari hasil pemutakhiran data sengketa pada Selasa (29/9/2020).

"Sengketa paling banyak terjadi di 91 kabupaten, 12 kota, dan 2 provinsi," kata anggota Bawaslu Rahmat Bagja dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (1/10/2020).

Bagja menambahkan, sebanyak 99 permohonan diajukan secara langsung dengan mendatangi kantor Bawaslu di daerah. Enam permohonan lainnya diajukan melalui Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa (SIPS).

"Jumlah tersebut sangat timpang. Padahal Bawaslu sudah mempersilakan peserta ataupun tim kampanye untuk ajukan permohonan via daring," ujarnya.

"SIPS dengan permohonan daring tujuannya supaya memutus penyebaran Covid-19 dengan mengurangi kegiatan tatap muka. Maka silakan gunakan SIPS Bawaslu," tutur dia.

Menurutnya, kehadiran SIPS merupakan salah satu cara Bawaslu untuk adaptasi dengan kondisi pandemi saat ini. Dengan perubahan beberapa kebiasaan penyelenggara pemilu, Bagja menekankan permohonan sengketa secara daring merupakan cara untuk peserta pilkada, tim pemenangan, dan stakeholder terkait sebagai upaya mendapatkan keadilan dalam pesta demokrasi.

Baca Juga : Diduga Langgar Kode Etik, 8 Penyelenggara Pilkada Halmahera Selatan Bakal Diperiksa DKPP

"Kami ingin memastlkan penyelenggara, peserta, pendukung, dan pemilih menerapkan protokol kesehatan dan menerapkan penggunaan teknologi informasi yang sesuai dengan kondisi geografis," tuturnya.

Baca Juga : Bawaslu : Kampanye Pilkada 2020 di 35 Daerah Langgar Protokol Kesehatan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini