PAN Ucapkan Selamat Datang untuk Partai Baru Amien Rais

Kiswondari, Sindonews · Kamis 01 Oktober 2020 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 337 2286805 pan-ucapkan-selamat-datang-untuk-partai-baru-amien-rais-ykVtg0PRHd.jpg Juru Bicara PAN Viva Yoga Mauladi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) angkat suara terkait dengan pengumuman partai baru Amien Rais yakni, Partai Ummat lewat kanal Youtube pribadinya yang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila hari ini, 1 Oktober 2020. Dengan demikian, Amien Rais telah resmi meninggalkan PAN, partai yang telah didirikannya.

“Hari ini Pak Amien Rais mengumumkan berdirinya partai politik baru, namanya Partai Ummat. Hal ini berarti secara resmi dan legal konstitusional Pak Amien Rais telah keluar dan meninggalkan PAN,” kata Juru Bicara (Jubir) PAN Viva Yoga Mauladi saat dihubungi SINDO Media, Kamis (1/10/2020).

Baca Juga:  Amien Rais Umumkan Parpol Barunya Bernama Partai Ummat

Viva menuturkan, Amien sebagai salah satu pendiri dan mantan Ketua Umum PAN periode 2000-2005 sudah tidak lagi menjadi bagian dari keluarga besar PAN. Amien Rais pun sudah tidak identik lagi dengan PAN, dan PAN mengucapkan selamat datang kepada Partai Ummat di kancah politik Tanah Air.

“PAN mengucapkan selamat datang kepada Partai Ummat di gelanggang politik,” ucapnya.

Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN ini menjelaskan, secara ideologi politik, PAN dan Partai Ummat berbeda. Karena PAN berideologi nasionalis-religius, sementara Partai Ummat itu Partai Islam. Sehingga, basis sosial masyarakat PAN dan Partai Ummat pun akan berbeda.

“Perbedaan ideologi politik tentu akan membawa konsekuensi berbeda dalam basis sosial di masyarakat,” terang mantan legislator Senayan itu.

Viva menegaskan, PAN tidak ada program khusus berkaitan dengan berdirinya Partai Ummat. PAN saat ini tetap fokus untuk menyelesaikan konsolidasi organisasi sampai ke tingkat desa melalui kegiatan permusyawaratan, membuat program kemanusian untuk membantu pemerintah memberantas pandemi Covid 19, serta menjalankan fungsi konstitusional di lembaga legislatif.

“Termasuk fungsi kontrol dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, serta masif bergerak membangun proses perkaderan partai,” tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini