Mahfud MD: Pemerintah Tak Gunakan Pendekatan Keamanan di Papua, tapi Kesejahteraan

Riezky Maulana, iNews · Kamis 01 Oktober 2020 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 337 2286792 mahfud-md-pemerintah-tak-gunakan-pendekatan-keamanan-di-papua-tapi-kesejahteraan-4jr3vfHZdG.jpg Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto : Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menegaskan pemerintah tidak menggunakan pendekatan keamanan untuk masyarakat Papua. Menurutnya, istilah yang digaungkan terkait pendekatan keamanan yang dialamatkan terhadap pemerintah merupakan lagu lama.

Mahfud memastikan, pemerintah menggunakan pendekatan kesejahteraan untuk menyelesaikan ragam persoalan di Papua.

"Istilah pemerintah menggunakan pendekatan keamanan itu adalah lagu lama, suara-suara seperti itu ada. Oleh sebab itu, kita melakukan pendekatan yang lebih komprehensif, yakni pendekatan kesejahteraan," tutur Mahfud dalam konferensi pers daring, Kamis (1/10/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan, pendekatan keamanan akan bergerak seiring dengan adanya kericuhan seperti yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya beberapa waktu lalu. Dia menjelaskan, hal itu juga dilakukan pemerintah di tiap-tiap daerah jika terjadi kericuhan.

"Pemerintah selama ini menggunakan pendekatan komprehensif, bukan pendekatan keamanan. Keamanan itu bergerak jika ada kekacauan, kerusuhan yang diciptakan atau pembunuhan seperti yang kemarin terjadi di Intan Jaya. Baru aparat itu turun untuk menyelesaikannya," ujarnya.

"Sehari-hari aparat tidak melakukan itu. Jadi itu pendekatan keamanan dilakukan di daerah-daerah lain juga. Pendekatan keamanan itu berjalan sebagaimana mestinya, ungkapnya.

Terkhusus soal terbunuhnya Pendeta Yeremia Zanambani di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Mahfud menyebut hingga saat ini aparat penegak hukum belum dibukakan akses untuk memeriksa kondisi jenazah. Menurutnya, pihak keluarga menghalang-halangi petugas yang hendak melakukan proses identifikasi.

"Sementara KKB menyiarkan foto jenazah terbunuhnya. Lalu dikatakan TNI yang melakukan. Itu kan tidak benar. Kadang kala kita disesatkan oleh narasi yang dibuat secara sepihak oleh provokasi," tuturnya.

"Gambar ketika pendeta tersungkur dan sebagainya itu mereka (KKB) bisa sebarkan. Sementara kita mau ke situ enggak bisa dan terus dihalangi oleh keluarganya. Kalau kita memaksa nanti dikatakan tindakan kekerasan lagi," ucapnya.

Baca Juga : Mahfud MD : Gugatan Internasional terhadap Indonesia soal Papua Terus Menurun

Mahfud memastikan telah memerintahkan kepolisian dan TNI agar menyelesaikan kasus tersebut secara cepat. Dia meminta agar dalam penyelidikan tersebut tidak ada lagi jatuh korban.

"Polisi dan TNI udah saya minta selesaikan itu secara cepat, tetapi jangan sampai ada lagi korban jiwa," tuturnya.

Baca Juga : Mahfud MD : Otsus Papua Tetap Berlaku Sesuai UU, Dananya Diperpanjang

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini