Staf Ahli Jaksa Agung Diperiksa Terkait Kebakaran Gedung Kejagung

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 01 Oktober 2020 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 337 2286785 staf-ahli-jaksa-agung-diperiksa-terkait-kebakaran-gedung-kejagung-adQLr3aDrl.jpg Kebakaran Gedung Kejagung. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Polri mengungkap sosok pejabat tinggi yang diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri, terkait kasus dugaan pidana kebakaran di markas Korps Adhyaksa. Salah satu yang diperiksa adalah Staf Ahli Jaksa Agung ST Burhanuddin. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, salah satu pejabat tinggi di Kejagung yang diperiksa adalah Staf Ahli Jaksa Agung. Sayangnya, identitasnya dirahasiakan.

"Kegiatan penyidikan pada hari ini, penyidik telah pemeriksaan terhadap saksi 4 orang, terdiri dari Staf Ahli Jaksa Agung," kata Awi dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2020).

Gedung Kejagung terbakar.

Selain itu, Awi menyebut, pihaknya juga memeriksa Biro Hukum Kejaksaan dan Staf Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada hari ini. 

"Saat ini sedang berlangsung tentunya nanti akan melengkapi terkait berkas perkara yang disusun penyidik," ujar Awi.

Baca juga: Polisi Cetak Buku Rekening Cleaning Service Tajir di Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Dalam penyelidikan, ditemukan fakta bahwa adanya tukang bangunan atau kuli yang sedang melakukan pekerjaannya di lantai enam gedung tersebut. 

Bareskrim Polri menyimpulkan adanya peristiwa pidana dalam kebakaran markas Korps Adhyaksa itu. Hal itu didapatkan setelah dilakukan penyelidikan mendalam. 

Penyidik menemukan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik, melainkan karena open flame atau nyala api terbuka.

Adapun api berasal dari lantai 6 ruang rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung. Kemudian api dengan cepat menjalar ke ruang lain, karena diduga terdapat akseleran berupa ACP pada lapisan luar gedung dan cairan minyak lobi yang mengandung senyawa hidrokarbon.

Kondisi diperburuk dengan kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gypsum, lantai parkir, panel HPL, dan lainnya.

Dugaan peristiwa pidana itu didapati setelah penyidik melakukan olah TKP dan pemeriksaan kepada 131 saksi yang saat ini sudah dilakukan pemeriksaan. Tak hanya itu, Bareskrim juga meminta keterangan ahli pidana dan ahli kebakaran.  

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini