Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Gabungan Usut KKB di Intan Jaya

Riezky Maulana, iNews · Kamis 01 Oktober 2020 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 337 2286673 pemerintah-bentuk-tim-investigasi-gabungan-usut-kkb-di-intan-jaya-S4PpTnhkUC.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: iNews)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pemerintah akan membentuk tim investigasi gabungan guna mengusut serangkaian kasus penembakan dan pembunuhan yang terjadi di Intan Jaya, Papua. Kasus tersebut menimbulkan empat korban jiwa, dua dari TNI serta dua warga masyarakat sipil.

Mahfud mengatakan, tim investigasi tersebut dibentuk agar penyelidikan dapat berjalan lebih komprehensif agar tidak menimbulkan kontroversi berkepanjangan.

"Pemerintah akan membentuk tim investigasi gabungan yang bisa lebih objektif menggali kasus ini agar tidak menimbulkan kontroversi. Tim akan melibatkan pejabat-pejabat terkait, juga akan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat, serta akademisi. Ini akan segera dibentuk dengan waktu singkat," ujar Mahfud dalam konferensi pers secara daring, Kamis (1/10/2020).

Baca Juga:  TNI: Penyerangan KKB di Intan Jaya Termasuk Tindakan Terorisme!

Dia mengatakan, pemerintah telah menganalisis ihwal adanya modus yang kerap kali digunakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) jelang peringatan hari kemerdekaan mereka. Hari kemerdekaan yang diperingati oleh para KBB adalah setiap tanggal 1 Desember.

"Kita juga sudah punya hitung-hitungan bahwa setiap bulan September untuk menyongsong 1 Desember hari peringatan kelompok separatis Papua maka akan terjadi keributan seperti saat ini. Tahun lalu kan juga terjadi. Karena memang di sana ada sekelompok orang yang ingin memisahkan diri," ujarnya.

Mahfud memastikan, kebersatuan yang ada antara Indonesia dengan Papua tidak bisa lagi terpisahkan. Menurutnya, pemerintah tidak akan memberikan jalan keluar apapun bagi para KKB untuk menjadikan Papua terpisah dari Indonesia.

"Bagi pemerintah Indonesia persatuan Papua baik Papua Barat dengan NKRI sudah final. Tidak ada jalan lagi tidak ada negosiasi apapun merdeka dan untuk memisahkan diri," ujarnya.

Baca Juga: Kronologi Dua Tukang Ojek Ditembaki KKB di Intan Jaya Papua

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini