WNI yang Disandera Abu Sayyaf Tewas Tertembak

INews.id, · Kamis 01 Oktober 2020 01:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 337 2286471 wni-yang-disandera-abu-sayyaf-tewas-tertembak-SJxWc99UjY.jpg Menteri Luar Negeri, Retno (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera Abu Sayyaf tewas tertembak. WNI itu berinisial LB asal Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Saya ingin menyampaikan duka yang baru kita terima dari Filipina. Satu sandera WNI dengan inisial LB diinformasikan meninggal dunia," kata Retno saat jumpa pers, Rabu (30/9/2020).

Kata Retno, LB tewas saat terjadi bentrokan antara kelompok Abu Sayyaf dan militer Filipina pada pukul 08.00 waktu setempat.

"Korban meninggal setelah terjadi kontak senjata antara aparat keamanan Filipina, Joint Task Force Sulu dan 45th Batalyon Infantry dengan kelompok Abu Sayyaf di Kota Patikul, Provinsi Sulu," sambungnya.

Retno mengatakan, jenazah diterbangkan dari Patikul menuju funeral house di Zamboanga dengan menggunakan pesawat militer Filipina.

Lebih lanjut Retno mengatakan, dokumentasi dan kelengkapan kematian lainnya sedang diproses oleh pihak Filipina. Retno juga telah melaporkan kematian LB ke keluarganya di Buton, Sultra

"Atas nama pemerintah, saya mengucapkan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas meninggalnya WNI tersebut," katanya.

Sebelumnya, kelompok Abu Sayyaf menculik lima nelayan asal Sulawesi Tenggara pada Januari 2020. Mereka diculik oleh kelompok pemberontak itu di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Selain LB keempat korban lainnya, yakni Arsyad Dahlan (41), Riswanto Hayano (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29).

Empat korban tersebut merupakan warga Kabupaten Wakatobi yang bekerja di perusahaan perikanan di wilayah Sandakan, Sabah, Malaysia.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini