Pasukan Elite TNI Gagalkan Penyelundupan BBM Ilegal di Perbatasan Timor Leste

Riezky Maulana, iNews · Rabu 30 September 2020 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 337 2286282 pasukan-elite-tni-gagalkan-penyelundupan-bbm-ilegal-di-perbatasan-timor-leste-toJiYZZVdf.jpg Foto: TNI AD

JAKARTA – Pasukan yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Yonif Raider Khusus 744/SYB Pos Delomil berhasil menggagalkan penyelundupan120 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal dalam kemasan empat buah jeriken di perbatasan Indonesia-Timor Leste.

BBM ilegal yang digagalkan pasukan elite TNI AD  tersebut berjenis minyak tanah.

(Baca juga: Warga Perbatasan Serahkan Tiga Senjata Api ke Prajurit TNI)

Dansatgas Yonif RK 744/SYB Letkol Inf Alfat Denny Andrian mengatakann, BBM yang dikemas dalam dua buah jeriken berwarna biru dengan kapasitas 35 liter dan dua buah jeriken berwarna putih dengan kapasitas 25 liter tersebut diduga akan diselundupkan ke Timor Leste pada Selasa (29/9).

(Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Satu Kompi Prajurit TNI AD Latihan Tempur di Amerika Serikat)

"Penggagalan penyelundupan BBM tersebut tepatnya berada di tanggul sungai batas negara Desa Lamaksenulu, Dusun Delomil, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Keberhasilan penggagalan BBM tersebut, kata dia, setelah personel mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyampaikan akan adanya upaya penyelundupan ke wilayah negara tetangga, Timor Leste.

Mendapat informasi tersebut, kemudian Danpos Delomil Letda Inf Iksan memerintahkan Wadanpos Delomil Sertu Meydi Jefri Bregman bersama 5 orang anggota melakukan pengendapan di lokasi.

"Sebelumnya warga Kampung Lamaksenulu melihat beberapa orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor mengangkut beberapa jerigen dari arah kampung menuju arah tanggul sungai perbatasan Indonesia dengan Timor Leste," ujarnya.

Masih kata Denny, dalam kegiatan ini personel juga telah menyisir di sekitar lokasi namun tidak berhasil menemukan pemilik barang tersebut. Menurutnya, kuat dugaan bahwa pemilik barang tersebut telah mengetahui keberadaan anggota, sehingga melarikan diri dan meninggalkan barang bukti.

"Atas temuan ini kemudian personel Satgas melaporkannya kepada Satuan Atas untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Alfat menjelaskan, keberhasilan gagalnya penyelundupan tersebut tidak lepas dari peran serta masyarakat Lamaksenulu yang memiliki kepedulian dalam menjaga wilayah yang bebas dari kegiatan melanggar hukum. Saat ini barang bukti diamankan di Mako Satgas Yonif RK 744/SYB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini