Masih Banyak Masyarakat Tertipu "Bantuan" Lolos Ujian CPNS

Dita Angga R, Sindonews · Rabu 30 September 2020 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 337 2286147 masih-banyak-masyarakat-tertipu-bantuan-lolos-ujian-cpns-nEbGIChjuu.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (SesmenPANRB) Dwi Wahyu Atmaji memastikan dalam melakukan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS), pemerintah menggunakan sistem Computer Assisted Test . Hal itu dinilai dapat mengurangi praktik korupsi, kolusi dan nepotisme atau KKN dalam penerimaan CPNS.

“Bahkan dalam tahun 2020 ini dalam rangka seleksi CPNS dr formasi tahun 2019 kita telah melaksanakan seleksi kompetensi dasar dan seleksi kompetensi bidang dengan sistem CAT secara penuh. Sehingga peluang KKN boleh dikatakan zero,” katanya dalam Rakornas Forum Sekretaris Daerah, Rabu (30/9/2020).

Namun, ia mengatakan masyarakat belum percaya sepenuhnya terhadap sistem ini. Dia mengatakan banyak masyarakat yang masih meyakini bahwa ada pihak-pihak yang dapat membantu kelulusan tes CPNS.

“Masih ada yang meyakini bahwa untuk menjadi CPNS itu masih ada yang bisa bantu. Oleh karena itu banyak sekali terjadi penipuan karena masyarakat masih percaya adanya KKN dalam pengadaan CPNS. Padahal sudah tidak ada sekarang ini sama sekali,” ungkapnya.

Baca Juga : Jumlah Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Alami Penurunan

Dwi mengatakan banyak penipuan terjadi. Bahkan dia menyebut bahwa MenPANRB Tjahjo Kumolo melaporkan penipuan yang korbannya mencapai puluhan orang. Di mana akumulasi penipuannya hampir mencapai Rp.10 miliar.

“Itu memang kasihan sekali. Karena yang tertipu ini biasanya juga malaha dr golongan kurang mampu. Kadang-kadang harus jual sawah, sapi, kerbau dan lain-lain yang hasilnya malah tertipu. Maka ini harus disosialisasikan bahwa itu tidak ada supaya tidak terjadi korban penipuan,” pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini