Bakamla Ungkap Banyak Kejadian Tak Menguntungkan di Laut Indonesia

Riezky Maulana, iNews · Selasa 29 September 2020 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 337 2285835 bakamla-ungkap-banyak-kejadian-tak-menguntungkan-di-laut-indonesia-zrSzpbeTd5.jpg Kapal Bakamla RI saat melakukan patroli di laut Natuna Utara (Foto: Puspen TNI)

JAKARTA - Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya TNI Aan Kurnia mengungkapkan kondisi terkini keamanan maritim Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Di kondisi seperti saat ini, masih banyak kejadian yang tidak menguntungkan, bahkan mengganggu keamanan maritim Indonesia.

Dia mengatakan, aksi penyelundupan narkoba, angka kecelakaan laut masih cukup tinggi. Bahkan, aksi illegal fishing, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap anak buah kapal (ABK) Indonesia, pencemaran laut pun masih marak.

Selain itu, adapula para pencari suaka yang berdatangan ke Indonesia, serta pelanggaran wilayah oleh kapal pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Menurutnya, jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, akan berpotensi memberikan dampak buruk bagi beberapa aspek penting di Indonesia.

Baca Juga:  Sempat Kabur, 2 Kapal Asing Curi Ikan di Natuna Ditangkap KRI Usman Harun-359

Beberapa dampak buruk tersebut dimulai dari masalah ekonomi, hingga kedaulatan negara. Terlebih lagi, tindakan-tindakan tersebut berlangsung di tengah masa pandemi Covid-19.

Oleh karenannya, dibutuhkan penanganan cepat dan tepat, serta dalam pelaksanaannya membutuhkan sinergi semua stekholder terkait. Sinergi yang dilakukan dapat berupa gelar operasi dan latihan bersama, pertukaran informasi, menyusun standar operasional prosedur, hingga bersama-sama menyempurnakan konsep pengamanan yang dapat diterapkan untuk menjaga perairan Indonesia.

Aan pun menginisiasi rapat koordinasi (Rakor) Pengamanan Maritim Indonesia. Rakor tersebut dilakukan secara virtual dan berpusat di Mabes Bakamla Jakarta Pusat, Senin (28/9/2020).

"Adapun maksud dari Rakor ini adalah menyampaikan isu terkini di laut untuk mendorong kembali tingkat kewaspadaan maritim, dengan output yang diharapkan adalah adanya konsep pengamanan maritim yang dapat dilakukan bersama", ucap Aan dalam keteramgan tertulismya, Selasa (29/9/2020).

Baca Juga:  Curi Ikan di Natuna, Kapal Asing Berbendera Vietnam Hendak Kabur saat Ditangkap 

Aan menuturkan, rakor tersebut juga bertujuan agar menyamakan ragam pola pikir, pola sikap, dan tindakan di laut dalam rangka mengamankan perairan Indonesia. Beberapa upaya sebagai implementasi strategi juga ditawarkan oleh Aan, agar dapat didiskusikan dengan seluruh peserta Rakor.

Rakor dihadiri oleh para pemangku kepentingan di bidangnya seperti perwakilan dari TNI, TNI AL, Polri, Kemenko Polhukam, Kemenko Marves, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan. Selain itu, hadir juga Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, Badan Intelijen Negara, Ditjen PSDKP, dan Ditjen Bea dan Cukai.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini