Pantau Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor, Kemenkes Minta Hasil Tes Swab Dipercepat

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 29 September 2020 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 337 2285499 pantau-penanganan-covid-19-di-kabupaten-bogor-kemenkes-minta-hasil-tes-swab-dipercepat-4ba9Gl9QMM.jpg Tes swab. (Foto : Dok Sindonews)

JAKARTA – Tim Task Force Kementerian Kesehatan yang diketuai Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr Kuwat Sri Hudoyo, memantau penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9/2020). Tim disambut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina, bersama jajarannya.

Pada kesempatan ini, dr Kuwat meminta Kepala Dinas Kesehatan dapat memberikan inovasi baru untuk menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Bogor. Salah satu contohnya jika pemeriksaan swab saat ini memerlukan hasil seminggu, perlu dipikirkan kembali tindakan lain agar hasil bisa keluar lebih cepat.

“Jika ada kebutuhan yang masih belum tertangani diharapkan Pemda bersurat kepada Kemenkes sehingga bisa dialokasikan. Kita bersinergi bersama untuk meningkatkan angka kesembuhan,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2020).

Kuwat menekankan pentingnya peran rumah sakit dalam meningkatkan angka kesembuhan pasien. Ia mengatakan, jangan RS mengembalikan penderita apabila belum sembuh.

“Apalagi ada yang sengaja memperpanjang dengan menggunakan kondisi ini, pemerintah setempat harus memperhatikan karena keadaan saat ini butuh alokasi dana yang tepat, kita perlu sadari bahwa tenaga kesehatan harus memiliki waktu istirahat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kaltarina mengatakan saat ini tercatat dari 40 kecamatan, hanya 1 wilayah hijau yaitu Tanjung Sari dan 3 wilayah oranye. Sisanya zona merah. Beberapa daerah yang memiliki stasiun kereta api seperti Bojong Gede, Cibinong, Cileungsi, Gunung Putri, Sukaraja perlu perhatian khusus karena angka Covid-19 tinggi.

Permasalahan di Bogor, menurut Mike Kaltarina yaitu orang tanpa gejala sehingga dinas kesehatan perlu menambah fasilitas isolasi mandiri.

“Bogor banyak balai atau tempat pertemuan-pertemuan instansi. Kalau bisa kami ingin meminjam tempat tersebut. Karena kami kesulitan tempat tidur, selama ini lokasi yang ada hanya di Cibinong,” tuturnya.

Selain itu, Kuwat meminta Dinkes Bogor mengidentifikasi balai pelatihan yang bisa dimanfaatkan dan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Perlu juga dilakukan identifikasi laboratorium yang bisa melakukan PCR, untuk mempercepat keluarnya hasil tes. Berbagai upaya ini diharapkan dapat menurunkan angka kasus, menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan.

Baca Juga : RSD Wisma Atlet Rawat 4.787 Pasien Positif Covid-19

Pada kesempatan yang sama, Kemenkes memberikan bantuan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor berupa masker N95 sebanyak 800 buah, APD 10 set, paket bahan pangan tambahan 100 paket, flyer A pencegahan Covid-19 sebanyak 200 lembar, flyer B sebanyak 200 lembar, poster 100 lembar, spanduk 2 buah, masker bedah 250 buah, hand sanitizer 60 ml sebanyak 36 botol, dan vitamin C 1.500 tablet.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini