BPS Ungkap 17 dari 100 Orang Meyakini Tak Akan Tertular Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 28 September 2020 21:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 337 2285210 bps-ungkap-17-dari-100-orang-meyakini-tak-akan-tertular-covid-19-KA81kgyr55.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan bahwa hingga saat ini masih ada yang memahami tidak akan tertular Covid-19. Di mana, 17% atau sekitar 17 dari 100 orang meyakini bahwa dirinya tidak akan tertular Covid-19.

“Sekarang kita tanyakan persepsi kemungkinan terinfeksi ya di sana masih kelihatan bahwa 17% atau 17 dari 100 responden itu mengatakan bahwa mereka sangat tidak mungkin atau tidak mungkin tertular Covid-19. Jadi masih ada 17%, saya pikir 17% ini persentase lumayan tinggi. Jadi mereka yakin bahwa mereka itu tidak akan tertular atau tidak mungkin tertular,” ungkap Suhariyanto dalam Rilis Hasil Survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19, di Media Center Satgas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (28/9/2020).

“Kalau kita lihat menurut jenis kelamin nggak ada perbedaan laki perempuan sama saja. Kalau menurut kelompok umurnya juga sama saja,” kata Suhariyanto.

Baca Juga:  20 Relawan PMI Terpapar Virus Corona & 3 Orang Meninggal Dunia 

Namun, Suhariyanto mengatakan tingkat pendidikan juga mempengaruhi pemahaman tentang Covid-19. “Kita bisa melihat bahwa persepsi tidak mungkin tertular itu terkait erat dengan pendidikan. Ketika pendidikannya rendah mereka yakin bahwa saya pasti nggak tertular. Tetapi kalau pendidikannya tinggi, kesadarannya sudah tinggi sehingga persentasenya menurun,” tuturnya.

Suhariyanto mengatakan, temuan ini bisa dijadikan catatan bahwa pemerintah nampaknya perlu lebih keras lagi untuk meningkatkan atau menggencarkan mengenai pemahaman masyarakat tentang Covid-19. “Jadi perlu terus-menerus digalakkan bahwa siapa pun itu bisa terkena risiko, karena tanda Covid-19 tidak mengenal umur, tidak mengenal jenis kelamin, tidak mengenal pendidikan, tidak mengenal status sosial.”

“Jadi perlu ada sentuhan khusus supaya pemahaman masyarakat menjadi lebih komplit sehingga mereka harus jaga-jaga karena siapa pun bisa terkena,” tegas Suhariyanto.

Baca Juga: Berikut Syarat-Syarat Sembuh & Selesai Isolasi dari Covid-19 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini