BPS: Sanksi Perlu Dipertegas agar Kepatuhan Protokol Kesehatan Meningkat

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 28 September 2020 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 337 2285046 bps-sanksi-perlu-dipertegas-agar-kepatuhan-protokol-kesehatan-meningkat-b3UazqYFCM.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil survei perilaku masyarakat di masa pandemi Covid-19. Hasilnya, sebanyak 55 persen responden menilai, tidak adanya sanksi tegas menjadi alasan mereka tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Bahwa 55 persen responden berpendapat karena tidak adanya sanksi. Karena pemerintah sudah menerapkan sanksi, nampaknya ke depan sanksi ini perlu lebih dipertegas lagi," ujar Kepala BPS Suhariyanto saat jumpa pers secara virtual, Senin (28/9/2020).

Sementara itu, sebanyak 39 persen responden menilai tidak adanya kejadian penderita Covid-19 di lingkungan sekitarnya, sehingga mereka merasa tak perlu menerapkan protokol kesehatan.

"Kemudian juga karena tidak adanya kejadian penderita Covid di lingkungan sekitar itu, menjadi alasan mereka enggak patuh," ungkapnya.

Ilustrasi. (Foto: Shuttterstock)

Sedangkan 33 persen responden beralasan pekerjaan mereka menjadi sulit, jika harus menerapkan protokol kesehatan. Kemudian 23 persen responden menilai harga masker, face shield, hand sanitizer atau APD lainnya cenderung mahal sehingga mereka mengabaikan protokol kesehatan. 

Baca juga: Masyarakat Garda Terdepan Melawan Covid-19, Tenaga Kesehatan Benteng Terakhir 

Ada pula 21 persen responden yang mengabaikan protokol kesehatan karena mengikuti orang lain. Kemudian ada 19 persen responden yang tidak menerapkan protokol karena aparat atau pimpinan tidak memberi contoh yang baik. 

"Satu lagi pendapat bahwa 19 persen tak menerapkan protokol karena aparat atau pimpinannya tidak memberi contoh. Ke depan perlu pimpinan memberi contoh supaya masyarakat mengikuti," tutur Suhariyanto. 

Survei BPS ini dilakukan pada 7 hingga 14 September 2020 secara daring. Jumlah responden yang diwawancara sebanyak 90.967.

55 persen responden survei ini adalah perempuan dan 45 persen laki-laki. Sebesar 69 persen responden berusia kurang dari 45 tahun dan 61 persen responden berpendidikan minimal strata satu (sarjana) ke atas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini