Djoko Tjandra hingga Brigjen Prasetijo Resmi Diserahkan ke Kejari Jaktim

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 28 September 2020 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 337 2284807 djoko-tjandra-hingga-brigjen-prasetijo-resmi-diserahkan-bareskrim-ke-kejari-jaktim-tR46McIQ8O.jpg Foto: iNews

JAKARTA - Bareskrim Polri resmi menyerahkan tiga tersangka kasus dugaan pemalsuan surat jalan narapidana pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim).

Ketiga tersangka yakni, Djoko Tjandra, Anita Kolopaking dan Brigjen Prasetijo Utomo resmi diserahkan ke pihak Kejari Jaktim usai berkasnya dinyatakan lengkap atau P21.

(Baca juga: Berseragam Bintang Dua di Pundak, Irjen Napoleon Hadiri Praperadilan di PN Jaksel)

Berdasarkan pantauan Okezone di Gedung Bareskrim Polri, Senin (28/9/2020), ketiga tersangka itu resmi diserahkan sekira pukul 10.30 WIB. Seluruh tersangka kompak untuk tidak memberikan komentar sedikitpun kepada awak media.

Ketiga tersangka itu berjalan terburu-buru masuk ke dalam mobil yang membawa mereka ke Kejari Jaktim. Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo yang memimpin pelimpahan tahap II ini. "Pelimpahan tahap II tersangka dan alat bukti ke JPU Kejari Jaktim," kata Ferdy.

Dalam kasus dugaan pemalsuan surat jalan, Bareskrim menetapkan Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking sebagai tersangka

Dalam perkara pemalsuan surat jalan, Djoko disangka melanggar Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP, Pasal 426 KUHP, dan Pasal 221 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sementara, Brigjen Prasetijo disangkakan Pasal 263 Ayat 1 dan 2 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1e KUHP, Pasal 426 KUHP, dan/atau Pasal 221 Ayat 1 dan 2 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Sedangkan Anita Kolopaking dijerat dengan Pasal 263 Ayat (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu dan Pasal 223 KUHP tentang upaya membantu kaburnya tahanan.

Bareskrim Polri sendiri menetapkan Djoko Tjandra dalam dua perkara yang berbeda yakni, kasus dugaan pemalsuan surat jalan dan dugaan suap penghapusan Red Notice.

Dalam kasus dugaan suap penghapusan red notice, Bareskrim juga menetapkan Tommy Sumardi dan Djoko Tjandra sebagai pemberi suap. Sedangkan tersangka yang disangka menerima suap adalah Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini