Viral Pasien Ngaku Bersihkan Ruangan & Tak Diberi Vitamin, Satgas Covid-19 Cek TKP

Chanry Andrew S, iNews · Senin 28 September 2020 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 337 2284748 viral-pasien-ngaku-bersihkan-ruangan-tak-diberi-vitamin-satgas-covid-19-cek-tkp-PZ9iEn1juM.jpg Ketua Satgas Covid-19 Raja Ampat. Foto: Chanry Andrew S

WAISAI – Viral video yang menunjukkan seorang petugas laboratorium rumah sakit terkonfirmasi positif Covif-19 namun mengaku tak diberi vitamin. Bahkan saat hendak menjalankan isolasi sebagai pasien, ia masih harus membersihkan ruangan sendiri.

Ketua Harian Satgas Covid-19 yang Kepala BNPB Raja Ampat, Albert Kaihatu mengatakan pihaknya sempat melihat video itu viral. Oleh karena itu ia pun langsung turun ke RSUD tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan.

Menurutnya, pasien positif Covid-19 yang dirawat oleh petugas RSUD Kota Waisai Raja Ampat ada 12 orang, sebagian di karantina di Gedung Wanita.

Nah, pasien yang mengeluhkan pelayanan yang tak maksimal hanya yang dirawat di RSUD saja. Meski begitu Albert mengatakan pihaknya akan menggelar rapat membahas video viral yang menunjukkan pasien bernama Oktovina Tonapa tak dilayani secara maksimal.

"Kami akan rapat bersama dengan pihak RSUD, dinas kesehatan dan tim Covid-19 membahas jalan keluar terkait vidio viral ini sehingga tidak ada lagi pasien yang mengeluh,” ujarnya.

“Kami berharap vidio pasien yang viral ini menjadi suatu proses pembelajaran dalam membuka pola pikir untuk memberikan layanan yang terbaik pada pasien-pasien ke depan,” tambahnya.

Sebelumnya dalam video itu, Oktovina mengaku sebagai tim medis di bagian laboratorium RSUD Waisai Raja Ampat dan dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Ia menjalani karantina sudah memasuki hari ke empat di RSUD Waisai dengan keadaan sangat menderita.

Pertama memasuki karantina ia harus membersihkan ruangan, tempat tidur, dan mengaku tidak pernah dikunjungi dokter.

Baca Juga: Viral Pasien Covid-19 Ngaku Terpaksa Bersihkan Ruang Isolasi, Ini Penjelasan Rumah Sakit 

Dalam ruang karantina itu, beber Oktovina, ada 12 pasien yang dikonfirmasi Covid- 19 di rawat di antaranya ada balita, tapi tidak pernah diperhatikan atau dikunjungi oleh dokter.

Sama halnya asupan vitamin sama sekali tidak ada di berikan terhadap pasien. Bahkan sudah pernah di telefone tetapi katanya tidak ada anggaran untuk pembelian vitamin.

"Jadi, keadaan kami sekarang bukan lah makin baik tapi makin buruk karena dokter satu orang pun tidak pernah datang untuk memperhatikan, yang ada diterlantarkan. Kasihan, ibu ini masuk dengan keluhan batuk namun gak ada realisasi dikasih obat sampai sekarang. Malah kami beli obat sendiri di luar", bebernya Oktovina Tonapa diunggahan vidio tersebut.

Tak sampai di situ, Oktovina pun membeberkan suaminya yang bekerja sebagai pegawai dinas perhubungan (Dishub) masuk perawatan dengan muka cerah, tapi begitu di dalam malah jadi pucat.

Begitu pula anaknya yang juga positif Covid-19, masuk muka cerah tetapi pada hari kedua mulai diare dan muntah, dan saat diminta obat tidak dikasih. Jadinya harus beli dari luar untuk diminum.

"Kami juga tak mau kena penyakit ini, tapi kami terpapar dari pasien yang lain. Kami mau minta pindah malah dimarah-marahin dibilang mau dikasih masuk isolasi. Anak - anak kami pun sakit tak dilihat, maka kami mohon pada pak Bupati, Sekda, dan tim Covid belas kasihan pindahkan kami di gedung Wanita sebelum imun menurun akibat stres di RSUD", cetusnya.

Sementara Direktur RSUD Waisai dr. Agus Arianto, S.pb yang mengatakan, memang benar ada salah satu tenaga medis di RSUD Waisai bernama Oktovina Tonapa yang dirawat di rumah sakit tersebut karena terpapar covid-19.

Namun terkait dengan pengakuan yang bersangkutan di dalam videonya tersebut, menurut Agus hal itu sangat tidak benar. Pernyataan tenaga medis yang terpapar covid tersebut hanya bertujuan untuk memojokan pihak RSUD Waisai, Raja Ampat.

“Ya memang itu petugas rumah sakit, tidak ada seperti yang disampaikan oleh yang bersangkutan (Oktovina Tonapa). Jadi saya perlu jelaskan ya, itu sebenarnya, yang bersangkutan mau masuk isolasi, karena ada riwayat batuk, terus ada sakit penyertanya istilahnya lah. Diabetes, terus dia juga sudah mengalami gejala tebing viver, itu petugas kami. “ungkap dr. Agus Arianto pada Minggu (27/9/2020).

“Kalau perhatikan, kami selalu perhatikan. Saya saja lihat-lihat dia, kalau dia jalan di depan sini, kan pasien karantina, dia ini kan sodara kami, kalau perhatikan, kami perhatikan dia, apalagi dia tenaga medis di sini. Sudah ada dokter ahli juga lakukan pemeriksaan terhadap dia dan semua pasien Covid, kami sangat perhatikan betul,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini