Doni Monardo: Penularan Covid-19 Terjadi dari Orang-Orang Terdekat

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 27 September 2020 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 337 2284538 doni-monardo-penularan-covid-19-terjadi-dari-orang-orang-terdekat-GowNbLTtKb.JPG Doni Monardo. (Foto: BNPB)

JAKARTA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyebut virus corona (Covid-19), justru berpotensi menular dari orang-orang terdekat. Oleh sebab itu, protokol kesehatan harus selalu dijalankan.

Hal tersebut dikatakan Doni dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Penyerahan Bantuan bersama Pemerintah Provinsi Aceh, sebagaimana dikutip dari rilis resmi BNPB, Minggu (27/9/2020).

Doni menuturkan, orang-orang terdekat ini saling mengancam apabila tidak menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

"Dan bukan orang yang jauh dari kita. Yang menulari kita adalah orang yang terdekat, siapa orang terdekat, yakni keluarga, saudara, sanak, family atau teman sekerja. Itulah yang berpotensi. Jadi sebenarnya kita yang terdekat satu sama lain itu adalah saling mengancam kalau tidak hati-hati,” jelas Doni.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini, hal itu juga dibuktikan berdasarkan hasil data Satgas Penanganan Covid-19 yang menunjukkan bahwa, sebanyak 7 persen penderita di Wisma Atlet adalah mereka yang tidak pernah keluar rumah.

Data tersebut sekaligus kembali menegaskan bahwa para penderita Covid-19 tertular dari orang-orang yang berada didekatnya.

“Tujuh persen responder yang dirawat di Rumah Sakit Wisma Atlet itu adalah kelompok yang tidak pernah beraktivitas di luar rumah,” jelas Doni.

Dari data tersebut, Doni juga menegaskan bahwa tidak ada lagi tempat yang aman, terutama bagi wilayah yang berada pada zona pandemi.

Sebelumnya pemerintah telah memberi imbauan untuk masyarakat agar tetap berada di rumah, namun hal itu pun menjadi tidak efektif ketika salah satu anggota keluarga tidak patuh menjaga protokol kesehatan dan tidak hati-hati.

Baca juga: Bertambah 10.174, Suspek Covid-19 saat Ini Sebanyak 119.379 Orang

“Jadi sebenarnya tidak ada lagi tempat yang aman ketika kondisi kita sekarang ini masih ada pandemi,” ujar Doni. 

Doni juga mengingatkan bahwa ancaman pandemi corona tidak akan berakhir dan manusia akan terus menjadi perantara. Bila kemudian pemerintah akan memberikan vaksin, maka hal itu juga tidak berarti menghentikan Covid-19.

Akan tetapi dengan vaksin, seseorang memiliki kekebalan tubuh lebih kuat dalam merespons dan melawan adanya infeksi virus.

Dalam hal ini, pemberian vaksin pada tahap awal juga akan diutamakan bagi mereka yang termasuk dalam kelompok rentan mulai dari lansia, penderita penyakit komorbid dan tenaga medis serta kesehatan.

"Yang disuntik atau yang divaksinasi itu orang-orang yang berisiko dulu. Tenaga kesehatan, perawat, dokter dan juga mereka yang berisiko tinggi memiliki komorbid,” kata Doni.

“Namun sekali lagi, vaksin ini tidak serta merta menghentikan Covid-19. Covid-19 nya ada terus, yang divaksin ini bisa tahan, sementara yang tidak divaksin tetap saja nanti bisa menjadi terpapar COVID-19,” imbuhnya.

Doni menegaskan bahwa Covid-19 berbahaya dan manusia dapat menjadi lebih berbahaya sebagai perantara utama virus.

“Covid-19 berbahaya, tetapi manusia yang menjadi carrier atau membawa virus Covid-19 itu jauh lebih berbahaya. OTG (orang tanpa gejala) ini adalah silent killer, ini adalah pembunuh potensial. Kalau mereka masih berada di luar, mereka sendiri tidak sadar, dia pergi kemana-mana, kemudian ketemu dengan keluarganya, saudaranya, orang yang dicintainya dan secara tidak langsung menulari. Ini yang berbahaya,” pungkas Doni. (qlh)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini