Sistem Peringatan Dini Tsunami di Lombok Dipasang Akhir Tahun

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 27 September 2020 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 337 2284382 sistem-peringatan-dini-tsunami-di-lombok-dipasang-akhir-tahun-1tAtNUU3Hc.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan, sistem peringatan dini tsunami di kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan mulai dipasang pada Desember 2020. Pemasangan sistem peringatan dini tsunami ini telah disepakati bersama.

Pemasangan sistem peringatan dini tsunami ini merupakan usulan yang diajukan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah kepada BNPB. Pemasangan alat dari sistem ini akan dilakukan di kawasan Mandalika.

Dalam implementasi sistem tersebut, BNPB bekerja sama dengan Universitas Mataram (Unram). Kerja sama antara dua pihak pun telah dilakukan setelah ditandatanganinya perjanjian kerja sama pada Kamis, 17 September 2020.

Saat melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama, Direktur Peringatan Dini BNPB, Afrial Rosya mengatakan bahwa tujuan utama dari pemasangan sistem peringatan dini adalah untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

"Selain itu pemasangan instrumentasi peringatan dini bencana ini dapat menstimulus pemerintah daerah agar terpacu untuk memenuhi kebutuhan instrumentasi peringatan dini di wilayahnya, dengan menggunakan anggaran sendiri sehingga kerugian jiwa, harta dan benda dapat dihindari maupun dikurangi," ujar Afrial melalui keterangan resminya, Minggu (27/9/2020).

BNPB berharap bahwa sistem peringatan dini tsunami ini dapat mendukung kesiapsiagaan masyarakat setempat. Masyarakat setempat sendiri, seperti di Desa Kuta, pernah melakukan geladi evakuasi jika terjadi tsunami pada 2015 lalu.

Pada 2018 lalu, sebanyak tiga desa di kabupaten ini berstatus sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana), seperti Desa Karang Sidemen, Aik Berik dan Kuta.

Baca Juga : Indonesia Pernah Diguncang 11 Gempa Besar

Berdasarkan histori, Lombok memang memiliki potensi bahaya tsunami dengan kategori kelas sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, lebih dari enam ribu jiwa merupakan populasi terpapar di satu kecamatan.

Sedangkan dilihat dari potensi gempa bumi, populasi terpapar di kabupaten ini mencapai lebih dari 430 ribu jiwa yang tersebar di 12 kecamatan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini