Kampanye Pilkada Serentak 2020 Dimulai, KPU Ingatkan Peserta Patuhi Protokol Kesehatan

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 26 September 2020 09:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 337 2284089 kampanye-pilkada-serentak-2020-dimulai-kpu-ingatkan-peserta-patuhi-protokol-kesehatan-xqhZmhnVYG.jpg Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. (Foto: Bawaslu Bali)

JAKARTA - Tahapan kampanye bagi peserta Pilkada Serentak 2020 resmi dimulai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali mengingatkan agar pihak yang terlibat dapat mematuhi aturan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kami menghimbau semua pihak yang terlibat dalam kampanye, termasuk pasangan calon, tim kampanye, serta peserta kampanye dapat melaksanakan kampanye dengan tetap mematuhi aturan-aturan kampanye dan protokol kesehatan,” kata Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi saat dikonfirmasi Okezone di Jakarta, Sabtu (26/9/2020).

BACA JUGA: Kampanye Pilkada Serentak 2020 di 270 Daerah Dimulai Hari Ini

Dewa menekankan, di dalam menyelenggarakan tahapan kampanye diperlukan koordinasi yang baik antara penyelenggara, peserta dan pihak terkait.

Dengan begitu, lanjut dia, para peserta dan pihak terkait pun dapat menjaga komitmen dan bertanggungjawab terkait peraturan yang sudah dibuat ihwal kampanye ini.

“Diharapkan peraturan perundang-undangan terkait kampanye dapat dilaksanakan dan ditegakkan dengan penuh komitmen dan tanggungjawab,” bebernya.

Sekedar informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi melarang kegiatan konser musik di dalam tahapan kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Hal tersebut lantaran kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

BACA JUGA: Satgas Minta Peserta Pilkada Komitmen Cegah Penyebaran Covid-19

Larangan itu tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas PKPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-alam Covid-19 yang resmi diundangkan.

Ketentuan pelarangan konser musik itu diatur dalam Pasal 88C Ayat (1). Dalam pasal itu disebutkan bahwa partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon, tim kampanye, dan/atau pihak lain dilarang melaksanakan kegiatan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf g dalam bentuk:

"a. rapat umum; b. kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan/atau konser musik; c. kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai, dan/atau sepeda santai; d. perlombaan; e. kegiatan sosial berupa bazar dan/atau donor darah; dan/atau f. peringatan hari ulang tahun Partai Politik," bunyi dokumen salinan PKPU 13 tahun 2020

Dalam Pasal 88C Ayat (2), PKPU tersebut juga mengatur apabila partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon, tim kampanye, dan/atau pihak lain yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dikenai sanksi.

Sanksi pertama berupa peringatan tertulis oleh Bawaslu Provinsi atau Bawaslu Kabupaten/Kota pada saat terjadinya pelanggaran.

"Kedua, penghentian dan pembubaran kegiatan kampanye di tempat terjadinya pelanggaran oleh Bawaslu Provinsi atau Bawaslu Kabupaten/Kota apabila tidak melaksanakan peringatan tertulis sebagaimana dimaksud dalam huruf a dalam waktu 1 (satu) jam sejak diterbitkan peringatan tertulis," bunyi sanksi dari pelarangan kegiatan konser musik tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini