Masyarakat Tak Boleh Lupa Tentang G30S PKI, Filmnya Harus Diperbarui

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 25 September 2020 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 337 2283899 masyarakat-tak-boleh-lupa-tentang-g30s-pki-filmnya-harus-diperbarui-LQdUPukJLZ.jpg Monumen Pancasila Sakti (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Menjelang peringatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau G30S PKI, polemik pemuturan film gerakan tersebut masih terus menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Apalagi Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait gejala, gelagat, dan fakta kebangkitan neokomunisme dan/atau PKI Gaya Baru.

Terkait hal tersebut, Ketua DPP Partai Gerindra, Vasco Ruseimy menilai, peristiwa G30S/PKI adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Menurutnya seluruh masyarakat terutama generasi muda tidak boleh melupakan sejarah tersebut.

“Kejadian mencekam Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) tahun 65 enggak boleh dilupakan begitu saja, rakyat harus terus mengingat sejarah kekejaman PKI khususnya para generasi muda,” ujar Vasco dalam keterangannya, Jumat (25/9/2020).

Diketahui, film G30SPKI adalah wajib diputar di TVRI pada masa orde baru. Film lebih dari empat jam itu salah satunya tentang pembunuhan terhadap enam jenderal dan satu perwira. Mereka adalah Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani, Mayjen (Anumerta) Donald Ifak Panjaitan, Letjen (Anumerta) MT Haryono, Letjen (Anumerta) Siswono Parman, Letjen (Anumerta) Suprapto, Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo, serta Kapten CZI (Anumerta) Pierre Tendean.

Vasco berharap ada film baru tentang gerakan PKI pada 30 September digarap dengan sejarah yang lebih terbuka dan efek yang bagus. Sehingga, masyarakat bisa terdidik dan tertarik pada film tersebut, tidak lagi berpolemik seperti saat ini.

Baca Juga : Saat Kritis Bersimbah Darah, Ade Irma Suryani: Kenapa Ayah Ditembak?

“Jangan sampai ideologi komunis bangkit lagi di negara Pancasila ini. Seandainya ada investor yang mau modalin buat bikin film G30S PKI dengan pemain terbaik masa kini dan peralatan kamera serta efek-efek terkini, saya yakin pasti laris nih film, dan enggak ada alasan lagi bagi yang melarangnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, menurut Vasco menonton film, apalagi mengenai sejarah itu penting. Karena itu, agar menarik perhatian dan orang berlomba untuk menonton, khususnya generasi milenial, perlu dibuatkan lagi film baru dari G30S/PKI.

Dengan harapan generasi milenial bangsa Indonesia akan dengan mudah memahami bahaya komunisme dan kekejamannya. “Pasti jauh lebih baik kalau ada versi yang paling baru, lebih kekinian, bisa masuk ke generasi-generasi milenial,” tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini