Kepala Dinas Dukcapil Wajib Berkawan dengan Penjaga Makam!

Dita Angga R, Sindonews · Jum'at 25 September 2020 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 337 2283840 kepala-dinas-dukcapil-wajib-berkawan-dengan-penjaga-makam-OPFOZExsPf.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrullah meminta jajarannya memberikan perhatian terhadap rendahnya angka pencatatan kematian.

Dia mengatakan bahwa Dukcapil tidak dapat melakukan pencatatan kematian bila tidak ada masyarakat yang melaporkan. Karena itu, Zudan berpesan agar para Kepala Dinas Dukcapil bisa berkawan dengan penjaga makam agar pencatatan kematian warga bisa lebih akurat.

Selian itu, ia juga mengakui salah satu pencatatan yang masih lemah di Dukcapil adalah pencatatan kematian. Dibandingkan dengan pencatatan kelahiran yang sudah banyak inovasinya, pencatatan kematian masih jauh tertinggal.

“Esensinya adalah Dukcapil mendorong pencatatan kematian yang dibuat rapi. Saya mendorong rekan-rekan di Direktorat Pencatatan Sipil (Capil) secara agresif memonitor yang disebut Buku Pokok Pemakaman (BPP). Ini untuk merapikan membuat akurat database kependudukan," kata Zudan dalam keterangan persnya, Jumat (25/9/2020).

Zudan menilai jajarannya perlu membuatkan surat yang ditandatangani Mendagri Muhammad Tito Karnavian kepada seluruh gubernur di seluruh Indonesia tentang pentingnya pencatatan kematian. Utamanya pada monitoring BPP.

Menurutnya seringkali pemerintah berdalih tidak punya SKPD yang menangani soal itu. Dia pun meminta agar Kepala Dinas Dukcapil (Kadisdukcapil) harus berteman dengan para penjaga makam di daerah.

"Kalau begitu tidak selesai-selesai. Coba dibuat intrumen yang lain. Misalnya komunikasi Dinas Dukcapil dengan para penjaga makam. Dibuat forum komunikasi penjaga makam. Berkawanlah seluruh Kadisdukcapil dengan para penjaga makam. Buat grup whatsapp atau telegram. Kesannya lucu tapi ini akan efektif," ungkapnya.

Baca Juga : Pesan Pimpinan DPR untuk Pemerintah Terkait Umrah Dibuka Lagi

Dia mengatakan bahwa para kadisdukcapil dapat berkomunikasi secara intensif dengan petugas pemakaman atau melalui berbagai sarana media sosial. "Ini nanti akan dapat semua. Kalau perlu Pemda anggarkan untuk beli HP bagi petugas pemakaman. Sehingga setiap kali ada yang meninggal, petugas pemakaman bisa langsung lapor ke Dinas Dukcapil," tuturnya.

Lebih lanjut Zudan menegaskan bahwa pencatatan kematian yang akurat akan berdampak pada banyak hal. Mulai dari pelaksanaan sistem jaminan kesejahteraan, pilkada dan lain lain.

"Dengan pencatatan kematian yang akurat, tidak ada lagi orang yang sudah meninggal dunia masih menerima bantuan sosial, ikut terdata dalam daftar pemilih tetap. Karena itu perlu didorong dengan mewajibkan bupati membuat BPP," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini