Ribuan Iklan Internet Edarkan Obat & Makanan yang Dilarang

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 25 September 2020 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 337 2283689 ribuan-iklan-internet-edarkan-obat-makanan-yang-dilarang-eXiVXEYmZv.jpg Kepala BPOM Penny Lukito (Foto : Tangkapan Layar Youtube BPOM)

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut ada 48 ribu link atau tautan yang mengedarkan obat, pangan olahan dan kosmetik secara ilegal di masa pandemi corona. Penjualan barang tersebut dilakukan secara daring.

"Telah teridentifikasi sekitar 48 ribu tautan yang mengedarkan iklan-iklan penjualan obat dan makanan yang ilegal dan merupakan produk yang dilarang," ujar Kepala BPOM Penny Lukito saat jumpa pers secara virtual, Jumat (25/9/2020).

Penny menuturkan, sebanyak hampir 50 ribu tautan yang mengedarkan obat dan makanan ilegal itu terjadi pada Maret hingga September 2020 atau ketika wabah corona melanda Indonesia. Jumlah ini disebut naik 100 persen.

"Berdasarkan data yang kami kumpulkan sepanjang tahun 2020 dalam semester I ini masa krisis pandemi, sudah ada peningkatan sampai 100 persen, jadi hampir dua kalinya dari kejadian dibanding tahun lalu," ungkap dia.

Baca Juga : Polda Metro Gelar Rekonstruksi Kasus Klinik Aborsi Ilegal di Jakpus

BPOM, kata dia, juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya seperti Polri dan Kejaksaan Agung dalam mengungkap peredaran obat dan makanan ilegal ini.

Sementara itu, lanjut Penny, sebanyak hampie 50 ribu tautan yang mengedarkan obat dan makanan ilegal itu sudah di takedown oleh pihak terkait.

"Ditemukan sebanyak hampir 50 ribu tautan, link, yang sudah ditindaklanjuti dan direkomendasi takedown. Terima kasih kerjasamanya dari Indonesian E-Commerce Association (idEA) yang selalu bekerja sama menindaklanjuti temuan yang kami dapatkan," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini