Peredaran Obat Ilegal Secara Online Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 25 September 2020 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 337 2283650 peredaran-obat-ilegal-secara-online-meningkat-selama-pandemi-covid-19-j29yDriAXm.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Penny Kusumastuti Lukito mengatakan intensitas peredaran obat ilegal yang dijual secara online meningkat selama pandemi Covid-19.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa intensitas kejahatan dikaitkan dengan obat dan makanan cukup meningkat, justru meningkat terutama dikaitkan dengan peredaran secara online, peredaran daring,” ungkap Penny dalam Konferensi Pers secara virtual Penindakan Obat dan Makanan di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (25/9/2020).

Penny mengatakan peredaran obat ilegal secara online terutama dari obat dan makanan khususnya tentunya obat-obatan, obat herbal, kosmetik, pangan, pangan olahan yang ilegal ya, bisa juga yang mengandung misalnya adalah bahan herbal tapi mengandung bahan kimia, obat yang berbahaya.

“Dan produk-produk juga obat yang sekarang digunakan sebagai obat uji untuk Covid-19 yang seharusnya merupakan obat keras tapi juga diedarkan melalui online,” ungkap Penny.

Baca Juga : Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta Rupanya Calon Dokter

Sehingga, Penny mengatakan Badan POM selama masa krisis pandemi ini juga terus meningkatkan intensitas dari penegakan hukum. “Penindakan yang dilakukan oleh Kedeputian 4 melalui upaya-upaya penindakan cyber crime kemudian juga upaya intelijen dan juga ya upaya penindakan yang kami lakukan ya. Tentunya bekerjasama dengan pihak penegak hukum lainnya dari Kepolisian dari Bareskrim dan pihak-pihak terkait,” tuturnya.

“Dan ini yang dilakukan oleh Badan POM tidak hanya di pusat yang melalui bidang Kedeputian Bidang Penindakan, tapi kami di kantor-kantor melalui PPNS Badan POM di seluruh wilayah Indonesia, di Balai POM di lokal POM,” tambah Penny.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini