KPK Panggil Pensiunan PTPN X Terkait Kasus Suap dan Gratifikasi Nurhadi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 25 September 2020 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 337 2283524 kpk-panggil-pensiunan-ptpn-x-terkait-kasus-suap-dan-gratifikasi-nurhadi-vWEaLvMAGG.jpg Gedung KPK. (Dok Okezone.com)

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap pensiunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, Maskan Prabowo. Ia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai sakai untuk penyidikan tersangka NHD (Nurhadi)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2020).

Selain Maskan Prabowo, penyidik memanggil saksi lainnya, yaitu Sekretaris Pengadilan Tinggi (PT) Agama Medan, Hilman Lubis dan seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Mahkamah Agung, Jumadi. Keduanya bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Nurhadi.

Belum diketahui apa yang bakal didalami penyidik terhadap para saksi tersebut. Belakangan, KPK diketahui memang sedang menyelidiki dugaan aliran sejumlah uang yang diterima Nurhadi dalam mengurus perkara. Tak hanya itu, KPK menduga Nurhadi mengalihkan hasil tindak pidana korupsinya ke sejumlah aset.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA. Ketiga tersangka itu adalah mantan Sekretaris MA, Nurhadi; menantu Nurhadi, Rezky Herbiono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.

Baca Juga : KPK Segera Terbitkan Sprindik TPPU Mantan Sekretaris MA Nurhadi

Adapun terkait gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014-Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Hal itu terkait penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Baca Juga : KPK Panggil 2 Saksi Terkait Kasus Nurhadi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini