Warga Takut Dites Corona Jadi Salah Satu Alasan Mengapa Kasus Covid-19 Membeludak

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 24 September 2020 21:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 337 2283347 warga-takut-dites-corona-jadi-salah-satu-alasan-mengapa-kasus-covid-19-membeludak-GhgMHYG7ru.JPG Ilustrasi (Dok. okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan ada beberapa hal yang menyebabkan terjadi kenaikan covid-19. Salah satunya adalah kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan masih rendah.

“Hal ini diperburuk dengan perilaku masyarakat yang masih sering berkerumun sehingga meningkatkan risiko penularan,” katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Kamis (24/9/2020).

Kemudian seiring berjalannya waktu masyarakat cenderung semakin lengah dan mengabaikan protokol kesehatan.

“Masyarakat seolah tidak memiliki empati meski telah menyaksikan begitu banyak korban yang muncul setiap hari menjadi kasus positif covid-19,” ujarnya.

Wiku juga menyebut bahwa sebagian besar masyarakat masih takut untuk melakukan testing ketika memiliki gejala covid-19. Ketakutan ini bisa disebabkan karena adanya stigma negatif maupun terkait biaya.

“Karena adanya stigma negatif di masyarakat. Dan adanya ketakutan atas biaya yang potensial tinggi dalam perawatan apabila positif covid,” ujarnya.

Dia pun mengimbau agar masyarakat tidak memandang negatif pada mereka yang positif covid. Menurutnya covid bukan penyakit yang memalukan. Dimana siapapun yang terkena covid harus dibantu dan disembuhkan.

“Dan tidak usah khawatir terhadap biaya perawatan karena seluruhnya ditanggung pemerintah baik dengan BPJS atau tidak,” katanya.

Lebih lanjut Wiku juga mengatakan adanya tren berita yang menyatakan adanya konspirasi anticovid. Dimana hal ini belum tervalidasi dan tidak berbasis pada data ilmiah.

“Sayangnya (ini) masih dipercaya oleh masyarakat. Kami imbau masyarakat betul-betul bisa bekerja sama dengan pemerintah. Karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh kolaborasi dengan masyarakat untuk tekan angka penularan,” pungkasnya. Dita angga

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini